SELAMAT DATANG DI WEBSITE MEDIA LINTAS INDONESIA | BOX REDAKSI : PENDIRI / PEMILIK : Eddy Supratman,SE / Dharmawan Padmodimuljo,SE,MM / Edios / Penasehat/Kuasa Hukum : Arfan,SH,MH / Dewan Pembina : H. Pujianto / H. Bagus Ali Junaidy,SH / Eko Drajad Mulianto / Dewan Penasehat : Ir.Eko Sutikno / Sutrisno,SE / Ahmad Basori / Drs.Soepani / Sahat L Tobing / Mansur / Kepala Biro Hukum : DR.Charles Andrias Ukus,SH.MA / Pimpinan Umum : Eddy Supratman,SE ( Kontak : 0812 1661 1788 ) / Wakil Pimpinan Umum : Indra ( Kontak : 0878 9641 3999 ) / Pemimpin Redaksi : Drs.Teguh Susena / Pimpinan Perusahaan : Edios / Wakil Pimpinan Perusahaan : Dharmawan Padmodimuljo,SE,MM / DEWAN REDAKSI : Eddy Supratman,SE / Edios / Dharmawan P,SE,MM / Drs.Teguh Susena / Syaiful Mansyur, ST / Juma Arih Barus, SH / Mansur / Eman Sulaeman,SH / Indra / Indrawan H, SE / Rachmad QHJ / Staff Redaksi : Sandi Baskoro / Udi Mashudi / Harianto / Rery Dian Lukito / Henron Simajuntak / Barry Damanik / Sutrisno / Redaktur Pelaksana : Flash Diamond,S.Kom / Redaktur Multi Media : Jessy Pratiwi Sp / LITBANG { Pengembangan Media } : Sri Iswanti, SH / Marketing : Ahmad Hidayat / Keuangan : Binti Masruroh | PERWAKILAN : Perwakilan Bangka Belitung : Tarmizi Yazid / Perwakilan Sulawesi Utara : Agus Dwi Dharmaji / Perwakilan Riau : Juli Indrawan Lubis / Perwakilan Aceh : T.Joz Muslem,SE / Perwakilan Jatim : Andrians / Perwakilan Sumatera Utara : Alex Wijaya / KOORDINATOR : Koordinator Sulawesi Selatan dan Tenggara : MT. Supriadi Latif / Koordinator Sumatera Utara : Rizal Pangaribuan / Koordinator Sulbar : Gazali / Koordinator Papua : Ferdinant Pakage,S.ST,MM / Koordinator Kepri : Rifki Hidayat / Koordinator Wilayah Bangka : Syahrul Anuar / Koordinator Wilayah Belitung : Inrarah | KEPALA BIRO / WARTAWAN : PROVINSI JATIM : Kepala Biro Sidoarjo : Sunarko, S.Sos / Kepala Biro Kediri : Hadi Trisno / Wartawan : Djoko Muriyantono / Joko Prasetyo / Joko Priono / Asrori Wijaya,SH / M.Farid Nu`man / Wartawan Jombang : Agus Sugiarto / Nurhadi / Wartawan Kepala Biro Tulungagung : Imam Nakroni / Kepala Biro Trenggalek : Sukardi / Wartawan : Anita Kristiani / Mujito / Kepala Biro Sumenep : Abu Yasid / Wartawan : Roni Agustian / Sucipto Winarki / Kepala Biro Kabupaten Blitar : Agus Sukoco / Kepala Biro Kota Blitar : M.Zaenal Arifin / Wartawan : Timbul Santoso / Kepala Biro Lamongan : Totok Hasibuan / Kepala Biro Banyuwangi : H.Ach.SB Harianto / Wartawan : Mohamad Haris / Novie Nindyarto / Wartawan Bondowoso ; Eko Dwi Susanto / Wartawan Jember : Fery Sugiyanto / Kepala Biro Surabaya : Zanuar | Wartawan Daerah Eks Keresidenan Kediri : Rifa'i | JAWA BARAT / BANTEN : Wartawan Cicebon : Slamet Triyadi / Wartawan Kuningan : Cece Try Atma Suteja,SH / Kepala Biro Tangerang Selatan : Andi Sukandi / Kepala Biro Kabupaten Tangerang : Ahyar / Nuryadi Hidayat / Ahya / Hanapi / Sanedi / Usman | D.I. ACEH : Kepala Biro Sabang : Mawardi / Kepala Biro Aceh Singkil : M.Nela Limbong / Kepala Biro Subulussalam : Mukaribin Pohan | JAMBI : Kepala Biro Merangin : Mansurdin / Kepala Biro Tanjung Jabung Barat : M.Luthfi / Kepala Biro Tanjung Jabung Timur : Amerson | SUMATERA UTARA : Wartawan : Supriono / Asron Nasution / Tarman / Kepala Biro Toba Samosir : Flores Manurung / Wartawan : Marasi Manurung / Kepala Biro Labuhanbatu Selatan : Sabar Delao / Wartawan : Irmansyah Sinaga / Ari Wardana / Kepala Biro Batubara : Yusfan | RIAU : Kepala Biro Dumai : Syafrizal / Kepala Biro Palalawan : Bakri Nurdin | SUMATERA SELATAN : Kepala Biro Ogan Komering Ulu : Adril Fatah / Kepala Biro Oku Timur : Adril | Wartawan : Lubuklinggau / Musi rawas : Rif'at Achmad / SUMATERA BARAT : Wartawan : Tengku Azlim Al Idrus / LAMPUNG : Kepala Biro Lampung Utara : Gustami Arifin / Kepala Biro Lampung Timur : Zahransyah / Kepala Biro Lampung Barat : Nurholis | SULAWESI : Kepala Biro Buol : Syamsul. J. Idris / Kepala Biro Minahasa : Charles Andrias Ukus,SH / Kepala Biro Morowali : Abdullah | KALIMANTAN : Kepala Biro Nunukan : Rhonye Daniel Maddye. / Kepala Biro Singkawang : Asmin / Kepala Biro Murung Raya : Endut / Kepala Biro Tanah Bumbu : H. Abdurrasyied Khoiry / Biro Banjarmasin : M.Sya`bani,S.AG / Wartawan : Suwari | MALUKU : Biro Seram Bagian Barat : La Ode Anwar Tiha / Biro Ambon : Derek Tiwery | BANGKA BELITUNG : Wartawan Belitung : Biltonsyah | KEPRI : Kepala Biro Kepri : R.Hidayat / Kepala Biro Lingga : Kasmiran | PAPUA : Kepala Biro Deiyai : Ferdinant Pakage,S.ST,MM | PAPUA BARAT : Kepala Biro Sorong : Pelipus Renhoar | BALI : Kepala Biro Denpasar : Rodi |DKI JAKARTA : Biro Japus / Tirta Sawir / Biro Jakbar : Arif Fadillah | KORESPONDEN : Jakarta : Dendi / Paris : Emanuel Suharto / USA : Didi Kardono | KEPMENKUMHAM RI No. AHU-2442627.AH.01.01 TAHUN 2015 | Penerbit: PT. Anugrah Mandiri Media | Alamat Redaksi / Tata Usaha : Jalan Taman Bendungan Asahan I No. 5 - Bendungan Hilir - Jakarta Pusat,10210 - Telp/Fax: 021.57851651 / 0822 3846 6988 | Percetakan: PT. Harko Jaya | Email:media.lintasindonesia@yahoo.co.id / Website:www.media-lintasindonesia.co.id | Rek. Bank BRI. No. 3 1 8 0 0 1 0 2 6 6 5 6 5 3 7 , Atas Nama Eddy Supratman,SE | Rek. Bank BCA. No. 1 8 0 0 3 6 9 0 4 1 , Atas Nama : Eddy Supratman,SE | Hotline : 0822 3846 6988 / Whatsapp : 0812 1661 1788 | Whatsapp Media Center : ( Pusat Penerima Berita ) 08957 0634 0088 | CATATAN : *Apabila telah menyatakan bergabung dengan media lintas indonesia, maka secara langsung terikat dengan peraturan - peraturan yang berlaku di media lintas indonesia . |
Breaking News

BEREBUT LAWANG, BERBALAS PANTUN DALAM TRADISI PERNIKAHAN MASYARAKAT BELITUNG

BELITUNG – www.media-lintasidonesia.co.id ;  Jika masyarakat Betawi memiliki tradisi palang pintu, masyarakat Belitung pun memilki satu tradisi beradu pantun yang biasa disebut berebut lawang.

Belitung mempunyai acara adat pernikahan dengan banyak rangkaian acara,  Salah satunya adalah “Berebut Lawang, Bebalas Pantun”,  Acara berebut Lawang ini dilakukan setelah akad nikah dilaksanakan.

Lawang yang dalam KBBI artinya adalah pintu, Prosesi berebut Lawang di awali dengan urusan pihak pengantin perempuan menjemput pengantin laki-laki untuk menggelar resepsi pernikahan.

Dalam penjemputan itu pihak pengantin perempuan membawa “Tipak” yang berisikan sirih, kapur, Gambir yang akan diserahkan kepada pihak pengantin laki-laki sebagai simbol penghormatan.

Utusan pengantin perempuan datang dengan diiringi musik Hadrah sambil menyanyikan lagu-lagu bernuansa islami.

Setelah saling bersalaman, utusan pengantin wanita membawa rombongan pengantin laki-laki menuju rumah tempat resepsi. Di sana pengantin wanita sudah menunggu. Sepanjang perjalanan irama musik Hadrah terus berkumandang.

Prosesi berebut Lawang dan Berbalas Pantun dimulai saat rombongan pengantin laki-laki memasuki halaman rumah pengantin wanita. Ada tiga Lawang yang harus di lewati oleh pengantin laki-laki.

Lawang yang pertama yaitu di halaman rumah, Yaitu saat rombongan yang membawa “hantaran” yaitu terdiri dari bermacam barang bawaan dan “uang kesenangan” di persilahkan untuk masuk ke dalam rumah sedangkan pengantin laki-laki di hadang dengan tali oleh wakil dari pihak pengantin wanita.

Disini terjadi balas pantun yang isinya mengenalkan pengantin laki-laki dan keluarganya kepada pihak pengantin wanita.

Dan untuk bisa melewati pintu ini pada akhirnya harus menyerahkan sejumlah uang perayu.

Lawang pertama ini biasanya di sebut ‘Lawang tukang tanak’ di sini biasanya yang melancarkan aksi berbalas pantun adalah tukang tanak nasi. Filosofinya adalah pengantin laki-laki harus siap memberi nafkah kepada istri dan anaknya nanti.

Setelah lolos di Lawang pertama, pengantin laki-laki kembali di hadang di Lawang kedua yaitu di pintu masuk ruang utama.

Lawang kedua ini disebut ‘Lawang panggung’ yang artinya pengantin laki-laki selain harus memberi nafkah juga harus bisa menjadi imam bagi istri dan anaknya.

Disini terjadi balas pantun antara Mak inang dan utusan pengantin laki-laki, Pantun yang dilancarkan di sini berisikan ucapan salam kepada pemilik rumah dan kembali pengantin laki-laki harus membayar sejumlah uang perayu.

Setelah lolos Lawang ke dua masih ada satu pintu lagi yaitu Lawang ke tiga atau di sebut ‘lawang Mak Inang’ yang artinya pengantin laki-laki selain harus mampu memberi nafkah bisa menjadi imam dan pemimpin juga harus bisa merias istri dan anaknya salah satunya bisa memberikan pakaian yang layak.

Di Lawang ketiga ini kembali terjadi balas pantun agar sang pengantin laki-laki diizinkan untuk menemui istrinya.

“uang perayu” yang di berikan bukan untuk mempelai wanita, Tetapi uang tersebut akan di berikan kepada beberapa pihak, yaitu uang perayu di Lawang pertama yang di dapat di halaman rumah akan diberikan pada tukang tanak nasi pada hajatan tersebut.

Uang perayu di Lawang kedua, yaitu di pintu masuk ruang utama akan di berikan kepada penghulu gawai atau kepala hajatan.

Uang perayu di Lawang ketiga akan diberikan kepada Mak Inang atau tukang rias dari kedua mempelai.

Setelah berebut Lawang selesai pengantin laki-laki dan perempuan duduk bersanding di pelaminan. Pihak laki-laki menyerahkan barang hantaran yang di bawa kepada pihak pengantin perempuan barulah acara gawai atau resepsi dimulai.(In)

About lintas

Call Now ButtonCall Redaksi Lintas Indonesia