PT BSAL Kirim Balok Timah, IUP dan Smelter Diduga Sudah Lama Tidak Beroperasi
Minggu, 1 Desember 2024|12:40WIB

Tanjungpandan Belitung, Media-Lintasindonesia.co.id || “Kejaksaan Agung (Kejagung) terus mengusut dugaan korupsi tata niaga timah. Selain sejumlah kasus yang melibatkan sejumlah perusahaan smelter dan petingginya, Kejagung terus mengembangkan pengusutan kasus timah.
Dari penelusuran redaksi di lapangan, sejumlah perusahaan smelter diduga kuat masih aman-aman saja melakukan praktik jual beli timah ilegal serta melakukan peleburan sehingga akan nya dijadikan balok timah.”
Tidak hanya itu dari informasi terpercaya yang diperoleh redaksi, bukan hanya satu kali saja namun sudah melakukan dua kali pengiriman menggunakan Truck. Yaitu diduga yang pertama sebanyak 10 truck dan kedua 15 Truck yang akan dikirim. Pada hari ini Minggu 1 Desember 2024 terlihat di pelabuhan Tanjungpandan Belitung.
Terkait dengan nama PT BSAL ( Babel Surya Alam Lestari ) “Sejumlah warga yang tinggal tidak jauh dari lokasih PT BSAL mengatakan kalau perusahaan itu sudah lama setop beroperasi.
“Sudah lama pak, tidak ada aktivitas. Mungkin hampir sekitar sepuluh tahun tidak lagi beroperasi dan tidak pernah lagi kelihatan pekerja seperti dulunya keluar masuk dilokasih itu, yang terlihat hanya ada beberapa scurity yang berjaga di sana,” kata warga yang tinggal tidak jauh dari lokasih PT BSAL.
Sejauh ini “Redaksi masih mengupayakan untuk mengkonfirmasi kepada pihak-pihak terkait atas kepemilikan barang tersebut.

SEBELUMNYA…Sebanyak 15 truk berisikan balok timah yang diduga milik PT. BSAL siap akan dikirim menggunakan KM Srikandi dari pelabuhan Tanjungpandan Belitung menuju pelabuhan Pangkal balam, kota Pangkalpinang Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu 30 November 2024.
Sebanyak 15 truk yang bermuatan balok timah, sudah berada di area pelabuhan Tanjungpandan dan siap diberangkatkan menuju pelabuhan Pangkal balam. Pada dini hari 1 Desember 2024 .
Koordinator Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli KSOP Kelas IV Tanjungpandan, Iswandi ketika dikonfirmasi awak media, membenarkan adanya pengiriman 15 truk balok timah tersebut.
“Iya betul ada 15 truk yang mengangkut balok timah ke Pulau Bangka,” katanya, Sabtu 30 November 2024.
Namun, Iswandi tidak memiliki wewenang untuk menjelaskan lebih jauh dari mana asal-usul balok timah tersebut.
Sesuai tertera di dokumen, lanjutnya, bahwa 15 truk balok timah tersebut milik PT. BSAL.
“Kalau lebih jauh kami tidak bisa menjelaskan karena bukan ranah kami, kami hanya soal pelayanan saja di pelabuhan,”paparnya.
Iswandi menambahkan, selama barang tersebut memiliki dokumen yang sah dan lengkap maka mereka tidak memiliki wewenang untuk menahan, atau dalam kata lain barang tersebut bisa untuk diberangkatkan.
“Kami hanya sifatnya pelayanan di pelabuhan, kalau barang itu ada dokumen maka kami tidak bisa untuk menahannya. Sebanyak 15 truk pengangkut balok timah tersebut dokumennya ada, ” jelas Iswandi.
Berdasarkan info yang didapatkan, diketahui bahwa smelter PT BSAL yang berlokasi IUP di Jl Tengah Manggar, Kelekak Datuk, Desa Badau, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung, sudah tidak beroperasi lagi.
Ditempat dan waktu yang lain, sejumlah puluhan Media Online mengunjungi pelabuhan Tanjungpandan, bertujuan ingin melihat secara langsung dengan adanya mobil truk bermuatan balok timah. Namun terhalang oleh Scurity yang berjaga dilokasih tersebut.
Security yang berjaga mengatakan kami belum dapat untuk mengizinkan masuk,
Karna kami ingin konfirmasi terlebih dahulu dari kantor kami, yang mana kantor kami adalah Pelindo.
“Kami hanya bekerja sesuai perintah dari kantor saja, kalau ingin masuk areal dalam pelabuhan untuk peliputan sekiranya menghubungi kantor kami terlebih dahulu. Kantor kami Pelindo.
Saat awak media menanyakan salah satu pihak kantor Pelindo yang bisah dapat dihubungi, Scurity mengatakan hubungi saja kantor kami saja pak “Kami sudah mencoba bekali-kali untuk menghubungi pihak kantor sampai saat ini belum juga ada respon,”sebut Scurity yang tidak ingin menyebutkan namanya itu.
“Keberadaan 15 Truck yang bermuatan balok Timah berada diarea pelabuhan Tanjungpandan menjadi pertanyaan. Ada apa dengan 15 Truck bermuatan Balok timah tersebut. Wartawan yang hendak melakukan peliputan dilarang masuk area pelabuhan?
Editor: Inrara
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























