BELITUNG . www.media-lintasindonesia.co.id. Komando Operasi TNI Angkatan Udara (Koopsau) I bakal menerapkan taktik baru dalam puncak Latihan Operasi Udara Jalak Sakti 2019, di Air Weapon Range (AWR) Buding, Kabupaten Beltim, Kamis (2/5/2019), latihan operasi ini melibatkan ribuan personil gabungan dari Koopsau I (Jalak Sakti), Wing I Korpaskhas TNI AU (Hardha Marutha), Satuan Bravo 90 TNI AU (Gwa Wijaya).
Operasi mereka akan didukung sejumlah alutsista milik TNI AU, seperti Pesawat Pengintai, Pesawat Tempur Hawk100/200, F-16, Pesawat Angkut Hercules C130, CN295, Helikopter Caracal EC 725 dan Super Puma AS 332, pesawat-pesawat tersebut didatangkan langsung dari skuadron udara 1, 2, 6, 12 dan 16.
“Alutsista terbaru, tadi kita menampilkan Helikopter EC 725, dan melaksanakan taktik baru di dalam penyelamatan korban pada situasi peperangan, combat SAR, jadi kita situasikan seperti kita harus menyelamatkan kawan kita didalam suasana garis belakang musuh,” ujar Panglima Koopsau I Marsekal Muda TNI Fadjar Prasetyo, Rabu (1/5) siang.
Marsekal Muda TNI Fadjar Prasetyo menjelaskan pihaknya berlatih mengacu pada beberapa sumber dan mempelajari taktik tersebut. Walaupun taktik bersifat dinamis, namun pihaknya menyesuaikan ancaman yang ada akhir-akhir ini, “Karena ancaman semakin meningkat, misalnya, persenjataan lawan semakin tinggi. Karena itu, kita juga harus siap menghadapinya,” pungkasnya. (Marjono/Pentak ASH)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























