Sumenep, (Lintasindonesia.co.id) –
Menerapkan inovasi baru untuk pendidikan di Kabupaten Sumenep, menjadi atensi Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Drs. Bambang Iriyanto, M.Si.
Inovasi pendidikan dengan jargon “Maju Bersama Mewujudkan Pendidikan Berbasis Informasi Tekhnologi (IT) Ber-akhlakul Karimah”.
Kadisdik Sumenep Bambang Iriyanto mengatakan seiring perkembangan pendidikan di indonesia termasuk pula pendidikan di Sumenep yang terjadi dekadensi karena faktor IT. Dan itulah alasan sehingga mengambil jargon tersebut.
“Jadi, upaya yang harus dilakukan dalam menguatkan pendidikan yang berbasis IT adalah harus mengajarkan pendidikan agama, sehingga dekadensi yang sebelumnya turun akan mengalami progres yang baik,” katanya saat ditemui dikantornya, Jumat (3/5/2019).
Kendati demikian, seorang guru juga sangat penting bahkan wajib hukumnya, sebab Guru dan murid merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
“Murid bisa maju, generasi bangsa bisa maju, ketika diimbangi dengan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) guru, maka di pendidikan itu ada tiga hal yang sangat menarik, yaitu pendidikan sekolah, pendidikan keluarga, dan pendidikan lingkungan masyarakat sosial,” paparnya.
Dengan demikian, budaya lokal juga harus tetap di jaga dengan kuat, sebab budaya lokal sendiri mampu membendung dampak adanya kecanggihan IT.
“Seperti halnya bahasa yang selalu di dengungkan oleh orang orang kuno Madura yaitu, Bapa’ Bapu’, Guru Rato. Hal ini menjadi bagian terpenting dalam kehidupan masyarakat. Namun sayangnya di era IT ini hal itu sudah bergeser,” ujarnya.
Bahkan, pihaknya mendorong dengan menguatkan akhlakul karimah atau etika yang baik. “Kita bisa berpikir kemajuan IT tapi ketika mereka punya akhlakul yang baik, insya Allah bisa memilih dan memilah terhadap kepentingan itu sendiri,” imbuhnya.
Selain demikian, dirinya juga mengatakan pendidikan tidak hanya cukup di sekolah, karena sekolah hanya sebuah sarana untuk menimba ilmu.
Oleh karena itu, orang tua sangat berpengaruh dalam membentuk krakter anaknya. Dengan mendidik anak tersebut sesuai dengan etika dan tatakrama, kehidupan sosial, saling menghormati, sehingga akhirnya terbentuklah karakter yang baik.
“Ya, peran utama pendidikan anak itu adalah orang tua sebagai penggerak, untuk membentuk karakter anak yang berlandaskan ilmu agama dan berakhlakul karimah,” tutupnya. (Yas)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























