BELITUNG. www.media-lintasindonesia.co.id. Dalam menghadapi bulan Ramadhon dan Lebaran Babinsa Bulu tumbang Serda Hendri pada jumat 10 Mei 2019 pukul 10.30 wib melaksanakan Anjangsana ke peternakan ayam milik Yanto dengan tujuan menanyakan stok ayam di bulan puasa .
Seperti tahun tahun sebelumnya saat menghadapi bulan puasa dan Lebaran Idul Fitri harga ayam akan melambung tinggi di pasar dikarenakan stock terbatas dan permintaan pasar yang cukup tinggi.
Pada kesempatan kunjungan ke peternakan ayam milik Yanto, Serda Hendri menemukan salah satu faktor penyebab tingginya harga ayam selain permintaan yang tinggi adalah kelangkaan bibit ayam sendiri, ” salah satu penyebab tingginya harga ayam selain faktor permintaan yang tinggi juga dipicu oleh sulitnya bibit ayam dikarenakan saat pengiriman bibit banyak yang mati diperjalanan”, jelasnya.
Lebih jauh Serda Hendri menjelaskan bahwa,” saat peternak ayam membeli bibit ayam ke Jakarta dalam jumlah besar misalnya 1000 ekor, saat sampai ke Belitung banyak bibit tang mati setidaknya dari 1000 ekor hanya bisa bertahan antara 400 sampai 600 ekor saja, sehingga itomatis peternak menanggung kerugian yang akhirnya berpengaruh terhadap harga jual ke konsumen”.
Saat ini Harga ayam sebelumnya di kandang 22 ribu sekarang menjadi 25 ribu perkg kalau di jual di pasar sekitar harga 30-35 ribu bahkan bisa mencapai 45 ribu perkg
Menindak lanjuti kondisi di lapangan tersebut Serda Hendri melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Belitung supaya harga ayam tetap stabil. TIM
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























