Sumenep,(Lintasindonesia.co.id)-
Tahun anggaran 2019, sebanyak 17 sekolah yang tersebar di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur mendapatkan bantuan rehabilitasi bangunan sekolah.
Kabid pembinaan SMP Kabupaten Sumenep, Drs. Sunarto M.pd mengatakan dari 17 lembaga yang mendapatkan bantuan rehabilitasi, lima diantaranya berada di daerah kepulauan sedangkan sisanya di wilayah daratan.
Dalam bantuan itu, pihaknya tidak menjelaskan secara detail terkait lembaga mana saja yang mendapatkan bantuan rehabilitasi tersebut.
Terpenting, kata dia, ada point penting yang harus diperhatikan untuk mendapatkan bantuan rehap terutama di dapodik yang di kirim ke pusat.
“Karena di dalamnya yang menginput semua data dan dapodik ini akan menentukan sekolah tersebut layak atau tidak mendapatkan bantuan rehap,” katanya. Selasa (2/7/2019).
Dia menambahkan, adapun besaran anggaran bantuan rehabilitasi ini tidak sama, tergantung kondisi kerusakannya sedang atau parah.” Jadi, bulan ini pekerjaan sudah harus dilaksanakan karena segala persiapan sudah bisa dikatakan final,” jelasnya.
Untuk itu, dirinya berharap kepada 17 lembaga penerima bantuan Alokasi Khusus ini bisa dilaksanakan sesuai dengan petunjuk tekhnis (Juknis).
“Anggaran dari pemerintah ini jangan digunakan untuk aktifitas atau kegiatan lain. Nah, jika ada pendampingan dari tim teknis supaya sekolah betul-betul mendengar dan mengikuti saran dari mereka dan harus bertindak objektif,” tukasnya.
Bahkan, harus di akui kegiatan swakelola itu memerlukan kehati-hatian serta keterlibatan masyarakat diharapkan dapat menjaga dan mendukung kegiatan tersebut.
“Semoga dengan mendapatkan bantuan rehabilitasi ini dapat meningkatkan dan menunjang kwalitas pendidikan dan fasilitas bantuan ini dapat dimanfaatkan dan di jaga dengan baik untuk menunjang pendidikan di kabupaten sumenep ini,”. (Bam/Zai)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























