Sumenep,(Lintasindonesia.co.id)-Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, A. Busyro Karim, Launching Tabungan Gau PT Bank BPRS Bhakti Sumekar di depan Masjid Jamik Agung Sumenep.
Dalam produk baru yang diluncurkan oleh BPRS Bhakti Sumekar ini, mendapat apresiasi dari orang nomer satu dilingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep. Bahkan, dengan produk Tabungan Gaul ini pertanda jika Sumenep merupakan kabupaten serba teknologi.
“Karena Sumenep adalah kota digital, jadi semuanya harus serba teknologi. Menabung di bank menggunakan teknologi yang bernama Tabungan Gaul, belajar juga menggunakan teknologi dengan menerapkan digital school, sebentar lagi juga ada rumah pintar di pemkab.”
“Jadi semua data dari tingkat kabupaten sampai desa bisa dilihat di sana (rumah pintar). Ini yang namanya era digital,” kata Bupati Sumenep, A. Busyro Karim pada awak media. Minggu (21/7/2019).
Sementara, Direktur Utama BPRS Bahkti Sumekar, Novi Sujatmiko menjelaskan, bahwa tabungan ini merupakan wujud kongkrit BPRS dalam memberikan produk dan layanan terbaik bagi masyarakat, khususnya generasi milenial.
Dia, Novi menambahkan, diterapkannya produk ini untuk menggaet kaum muda supaya mau berinvestasi atau berinteraksi dengan layanan dan jasa di BPRS Bhakti Sumekar.
“Kenapa milenial, karena kat Gaul dari produk ini merupakan kependekan dari Gerakan Menabung Milenial. PT BPRS Bhakti Sumenep pertama di Indonesia meluncurkan Tabungan Gaul,” ujarnya.
Adapun, kata Novi sapaan akrabnya, kegunaan Tabungan Gaul dalam transaksi perbankan, masyarakat dapat membuka rekening baru tanpa mendatangi Kantor BPRS Bhakti Sumekar.
“Di tabungan Gaul ini, masyarakat yang akan membuat rekening tabungan tidak usah datang ke kantor BPRS. Cukup dari rumahnya dengan melakukan proses registrasi dengan cara scan KTP, selfi dengan KTP-nya dan tandatangan di atas kertas lalu di scan kemudian di upload menggunakan smartphone,” ucapnya.
Dengan demikian, produk Gaul ini diharapkan bisa meningkatkan investasi dan membangun pertumbuhan bisnis. Saat ini kita berada di era yang serba digital, maka BPRS sebagai entitas lembaga bisnis berbasis perbankan tentunya harus bisa mengantisipasi kemajuan teknologi.
“Nah, salah satu antisipasinya dengan membuka produk berbasis teknologi, karena nantinya nasabah-nasabah kita sepuluh-dua puluh tahun ke depan mereka adalah anak-anak muda yang hanya tahu teknologi saja, dan kita sudah siap,” tutupnya. (Yas)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























