Sumenep,(Lintasindonesia.co.id)-
Calon Kepala Desa Kalebengan, ngeluruk kantor Kecamatan Rubaru, Sumenep, Madura, Jawa Timur, Selasa, (3/9/2019).
Kedatangan warga bersama Bacakades Kalebengan lantaran dirinya merasa didzalimi dengan tidak mendapatkan surat keterangan sebagai perangkat desa.
Achmad Darus menyampaikan, dari awal dirinya pernah diberikan Surat Pernyataan Sebagai Perangkat Desa Kalebengan oleh Camat Rubaru.
Selang beberapa hari kemudian Surat Keterangan (Suket) tersebut ditarik kembali oleh camat dengan dalih ada kesalahan teknis.
“Namun, hingga akhir pendaftaran ternyata surat keterangan dari Camat masih belum diberikan kepada kami sebagai calon kades yang sudah mendaftar kepada panitia. Makanya kami datang untuk mempertanyakan kembali,” tegasnya.
Sementara Camat Rubaru, Arif Susanto mengatakan, bahwa Surat Keterangan itu bukan termasuk syarat utama dalam calon kepala desa.
Adapun Surat Pernyataan tersebut hanya sebagai syarat tambahan saja, apabila calon di sebuah desa lebih dari lima calon.
“Makanya, kepada panitia Pilkades Kelebengan kami mewanti – wanti supaya tidak menggagalkan calon kades yang hanya kurang Surat Keterangan. Sebab, itu bukan syarat umata,” kata Arief Susanto, Camat Rubaru.
Terkait Surat Pernyataan ditarik, diakuinya, bukan dalam rangka mengganjal cakades. Tetapi, agar yang bersangkutan melengkapi keterangan saksi yang satu priode dengan calon tersebut. Jika sudah ada, maka langsung dibuatkan lagi surat keterangan tersebut.
“Sekarang, masih ada satu saksi. Tinggal satu lagi saksi yang satu priode dengan cakades itu. Jadi, masih ada sisa waktu hingga 17 September untuk melengkapinya ke panitia,” paparnya.
Pihaknya memastikan, calon tersebut tidak akan terganjal atau gugur hanya karena tidak ada surat keterangan atau pernyataan sebagai calon yang pernah menjabat sebagai Perangkat Desa Kalebengan.
Setelah mendapatkan penjelasan dari Camat Rubaru, warga yang ngeluruk langsung bersalaman dan pamit. Mereka berjanji akan segera melengkapinya. (Yas)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























