SBB-Maluku, Anggota DPRD Kabupaten Seram Bagian Barat Fraksi HANURA Yudin Hitimala mempertegaskan kepada beberapa Dinas Teknis, Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Seram Bagian Barat untuk fokus kembangkan pangan lokal di Kabupaten yang bertajuk Saka Mese Nusa tersebut.
Hitimala menegaskan ketahanan pangan merupakan isu yang mendapatkan perhatian khusus dalam pembangunan nasional saat ini.
Bila penduduk suatu negara mengalami kekurangan pangan maka dapat dipastikan akan terdapat banyak permasalahan lain yang timbul dari segi sosial, politik, ekonomi, pertahanan, dan keamanan.
Ketersediaan pangan dalam jumlah dan kualitas yang memadai merupakan hal yang sangat penting termasuk kemudahan masyarakat untuk mengakses pangan tersebut.
Hal ini disebabkan ketersediaan pangan akan menjadi sia-sia bila masyarakat sulit untuk mendapatkannya.
Menurut Hitimala yang merupakan Mahasiswa Program Studi Agribisnis Pascasarjana Universitas Pattimura Ambon tersebut, bahwa tidak terkendalinya harga pangan lokal dan membanjirnya pangan impor menimbulkan permasalahan sosial sendiri bagi ketahanan pangan nasional dan impasnya juga akan dirasakan oleh masyarakat di Kabupaten Seram Bagian Barat.
Disisi lain Kabupaten Seram Bagian Barat yang memeiliki tanah yang potensial ini seharusnya kita memiliki kemampuan pertahanan pangan yang baik. Namun, hal itu sirna sejak Orde Baru dengan melakukan penyeragaman pangan nasional, seolah-olah menjadi kebiasaan masyarakat yang sudah tertanam sejak puluhan tahun.
Akibatnya kegagalan panen disebabkan perubahan iklim menjadikan krisis pangan kian nyata. Maka, penguatan kearifan lokal pangan dari masing-masing daerah menjadi sangat penting sebagai bagian dari upayah untuk menjauhkan ancaman krisis pangan dari bumi Saka Mese Nusa yang kita cintai ini.
Menurut Mantan Koordinator Wilayah V Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia yang mencakup Wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua ini bahwa, pada masa sekarang ini masyarakat di Kabupaten Seram Bagian Barat sangat perlu diajak untuk kembali menerapkan pola mengkonsumsi pangan pada zaman sebelum orde baru dan masyarakat harus tetap berdiri kokoh dengan mempertahankan pangan lokal kita terutama komoditas sagu dan ubi-umbian serta harus kembali mengandalkan komoditas-komoditas pangan tersebut sebagai bahan makanan utama.
” Langkah ini dapat mengurangi ketergantungan masyarakat pada satu jenis komoditas pangan, apalagi tidak menentunya keadaan cuaca, karena perubahan iklim dapat memicu terjadinya gagal panen.
Selain itu, langkah ini merupakan salah satu cara meredam ketergantungan masyarakat terhadap komoditas pangan beras dan komoditi-komoditi pangan impor lainya, maka diharapkan Dinas teknis dalam hal ini Dinas Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan harus benar-benar fokus untuk mengembangkan pangan lokal yang kita miliki di Kabupaten Seram Bagian Barat”. Tutur Hitimala di Piru, 5/10/2019.
Hitimala menambahkan, masyarakat kita di Kabupaten SBB hingga saat ini masih kokoh mempertahankan pangan lokalnya dan ini adalah bagian dari upaya masyarakat kita mempertahankan keaslian identitas mereka sebagai masyarakat adat, bahkan boleh di katakan ada banyak desa-desa di SBB sudah sejak lama berswasembada pangan lokal yang kita punya.
Seperti contoh masyarakat di desa Luhu yang tampil dengan sagu Luhinya, telah membanjiri pasar pangan di wilayah Pulau Ambon, begitu juga dengan ambal lempeng (sagu kasbi) yang merupakan makanan pokok masyarakat Desa Buano hingga kini telah banyak didominasi pasar di Kecamatan Leihitu Pulau Ambon.
Namun realitanya dinas teknis dalam hal ini Dinas Pertanian dan Dinas ketahanan pangan belum melihat hal ini sebagai sebuah potensi dan dikembangkan untuk mensejahterakan masyarakat kita.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Seram Bagian Barat juga belum pernah menyentuh masyarakat-masyarakat di sana dengan program-program industri kecil berskala rumah tanggah.
Padahal, komoditas pangan local dengan penerapan industri skala rumah tangga di wilayah-wilayah tersebut selama ini mereka telah eksis dan memproduksi pangan-pangan lokal dan menjadi bahan pangan andalan.
“Untuk itu saya mintakan kepada dinas-dinas teknis agar potensi pangan lokal terutama sagu, ambal lempeng (sagu kasbi) serta umbi-umbian dan komoditi pangan lokal lainnya yang terdapat di Kabupaten SBB harus benar-benar fokus untuk dikembangkan.
Baik dari aspek budidayanya, sampai pada proses industri dan pemasarannya perlu di dukung, agar memberikan manfaat kepada masyarakat, sehingga ketahanan pangan kita di Kabupaten Seram Bagian Barat dimanfaatkan sebaik-baiknya akan berdampak pada perbaikan pendapatan dan perubahan derajat ekonomi kepada masyakat yang merupakan pelaku produksi pangan-pangan lokal tersebut”. Harap Yudin.(J01)
Home / MALUKU / Seram Bagian Barat / HITIMALA : DINAS TEKNIS DI SBB HARUS FOKUS KEMBANGKAN PANGAN LOKAL.
Check Also
Media-lintasindonesia.co.id – Maluku, Seram Timur ||Lembaga Swadaya Masyarakat Pemuda Mandiri Peduli Rakyat Indonesia seram Bagian …
SAT NARKOBA POLRES SBB KEMBALI SITA 410 LITAR SOPI TAK BERTUAN
SBB,lintasindonesia.co.id -Patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan oleh Resnarkoba Polres Seram Bagian Barat(SBB) dengan sasaran Minuman …
Enam Penambang Batu Sinabar Meninggal Tertimbun Longsoran
SBB, lintasinfonesia.co.id -Sebanyak Enam orang yang merupakan penambang Batu Sinabar di Hulung Desa Iha kecamatan Huamual …
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























