SBB-Maluku, Pasca Gempa 6,8 magnitudo yang mengguncang Ambon dan Kabupaten Seram Bagian Barat pada (26/9/2019) lalu, tak hanya merenggut banyak jiwa, ratusan bangunan berupa rumah serta sarana publik lainya rusak.
Banyaknya gempa susulan yang terus terjadi setiap hari membuat warga tidak hanya panik dan berhemburan dari rumah-rumah.
Warga mencari tempat yang dianggap aman dan membangun tenda-tenda pengungsian disaat gempa terjadi, tapi mereka juga mengalami gangguan kesehatan.
Tim relawan bantuan Kemanusiaan dari Radar Bogor yang berjumlah 4 orang tiba di posko penanggulangan bencana desa Waimital Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat, 5/9/2019.
Tim Bantuan Kemanusiaan Didampingi Ketua Umum PB IKBH Maluku Azis Sillouw langsung turun ke Desa Hatusua Kecamatan Kairatu melaksanakan kegiatan dan memberikan pelayanan kesehatan kepada para pengungsi selama 3 hari.
Tim relawan ini terdiri dari dokter dan para medis masing-masing dr Suparno dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Monica dari PMI Kabupaten Bogor dan Yusdika dari Puskesmas Cigudeg Kabupaten Bogor Sebut Ketua Tim Radar Bogor Benny Irawan.
Ketua Umum PB IKBH Maluku, dan Pejabat Kepala Desa Hatusua serta Tim relawan Radar mendatangi tenda-tenda pengungsian warga desa Hatusua yang berada dipegunungan dan langsung melaksanakan pemeriksaan dan pengobatan gratis kepada para pengungsi.
Dokter Suparno ketika temui Media ini di Desa Hatusua mengatakan Kami datang di Maluku ini sudah terlambat, karena minimnya informasi dari Maluku ke jakarta,
” informasi yang Kami dapat itu sudah selesai Gempa di Maluku selama tiga hari, baru kita mendengar bahwa ada Gempa di Maluku yang berkekuatan 6,5.skala liter.
Kami tim medis sudah terbiasa membantu kemanusian yang terkenal Gempa bukan saja di Maluku tapi, di Kota Palu, dan Banda Aceh.
Stok Obat obatan yang Kami bawa untuk membantu sudara-sudara kami yang berada di lokasi pengungsian kalau sakit cukup untuk tiga hari salama kami berada di Maluku kususnya di Kab SBB Kecamatan Kairatu dan sekitarnya”. Bebernya
Hari petama tim ini tiba di Kabupaten SBB dan langung ke tempat pengungsian untuk pemeriksaan kesehatan para pengungsi tersebut.
Dampak Penyakit yang mereka derita hanyalah pegal-pegal (ispa mialgia) sakit perut mual (ipepsia) pada anak, demam , Asam urat , dan Batuk.
Sementara itu, Pejabat Kepala Desa Hatusua Ny. Heidy Linda Hattu, S,Pd mengatakan Hari pertama kejadian Gempa Masyarakat Desa Hatusua semuanya panik dan lari cari tempat aman di gunung dan selama mereka berada digunung ada tim medis dari pustu Hatusua yang selalu kontrol kondisi kesehatan masyarakat yang berada di tempat-tempat Pengungsian, tapi belum tersentuh semuanya karena pengunsi banyak sekali yang ada digunung.
Hari ini juga ada tim medis dari Radar Bogor yang datang dari Jakarta untuk pemeriksaan kesehatan dan langsung memberikan pengobatan kepada pengungsi Kami.
“selaku pimpinan Desa Hatusua Kami merasa berterima kasih karena ada sentuhan langsung tim medis dari Radar”.ungkapnya
Hattu, menambahkan dari pemerintah Desa sudah memberikan pencerahan kepada masyarakat pengungsi yang ada di gunung untuk segera turun ke rumahnya masing masing setelah mendengar ceramah dari Pa Bupati Seram Bagian Barat M.Yasin Payapo beberapa hari kemarin, tidak ada potensi Stunami cuma hanya Gempa.
Kami sudah menghimbau tapi dari sisi pisiologi mereka masi rasa takut.(J.L).
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























