SBB,LintasIndonesia-Dalam rangka memperjuangkan popok-pokok pikiran DPRD (pokir) pada pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Seram Bagian Barat tahun 2019, Yudin Hitimala Anggota DPRD Kabupaten Seram Bagian Barat asal daerah pemilihan Kecamatan Huamual Belakang dan Kepulauan Manipa turun lapangan untuk meninjau secara lansung kondisi lahan pertanian dan jalan tani milik masyaralat tani di Dusun Masika Jaya Desa Waesala Kecamatan Huamual Belakang pada minggu, 13 April 2019.
Tinjaun lapangan ini Hitimala lakukan atas dasar aspirasi masyarakat setempat kepadanya. Dimana, masyarakat di Dusun Masika Jaya yang tergabung dalam kelompok tani Kamudi Jaya memintakan untuk Hitimala selaku Anggota DPRD yang terpilih dari Kecamatan Huamual Belakang dan Kepulauan Manipa untuk memperjuangkan aspirasi mereka sebagai masyarakat tani.
Menurut Hitimala yang merupakan Anggota Fraksi HANURA DPRD Kabupaten Seram Bagian Barat ini bahwa perintah UU MD3 telah jelas bahwa setiap anggota DPRD memiliki salah satu tugas adalah memperjuangkan program dari daerah pemilihannya.
dengan dasar itu, maka menurut Hitimala yang merupakan Mantan Ketua Himpunan Mahasiswa Peternakan Unpatti ini bahwa pembahasan RAPBD ke depan yang diperkirakan berlansung pada akhir tahun 2019 ini wajib baginya untuk memperjuangkan program-program yang merupakan aspirasi dari masyarakat yang di wakilinya yakni masyarakat di Kecamatan Huamual Belakang dan Kepulauan Manipa.
Hitimala yang merupakan mantan Korwil V Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia (Daerah Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua) tersebut bahwa Dusun Masika Jaya merupakan daerah potensial untuk pengembangan pertanian di Kecamatan Huamual Belakang dan selama ini hasil-hasil produksi pertanian di dusun tersebut telah banyak berkontribusi dalam menunjang kehidupan masyarakat di sana termasuk biaya menyekolahkan anak dan kebutuhan barang mewapun masyarakat dapatkan dari hasil penjualan komoditi pertanian yang mereka punya.
Komoditi hortikulturan, komoditi pangan dan komoditi perkebunan banyak di hasilkan oleh para petani di Dusun Masika Jaya, sehingga potensi ini harus dirorong lagi agar pendapatan melalui suktor-sektor rill oleh masyarakat di dusun tersebut lebih ditingkat lagi. Tandas Hitimala yang merupakan Alumni Fakultas Pertanian Universitas Pattimura Ambon tersebut.
Lanjut Hitimala yang merupakan Mahasiswa Program Magister Agribisnis Pertanian Pascasarjana Universitas Pattimura Tersebut bahwa saat ia meninjau kondisi lahan pertanian yang dimiliki oleh masyarakat yang merupakan kelompok tani binaannya, ia melihat lansung hamparan lahan kurang lebih 50 Hektar yang dinilai lahan tersebut begitu potensial yang disiapkan untuk dijadikan sebagai daerah penanaman tanaman pala yang dimiliki oleh kelompok binaannya tersebut.
Sehingga ia berkomitmen untuk mengawal aspirasi kelompok tani Kamudi Jaya ini dalam program pokok pikiran DPRD sebagaimana amanat UU MD3 pada saat proses pembahasan RAPBD tahun 2019 nanti. Untuk itu, menurutnya juga turun lapangan untuk meninjau lansung kondisi rill lahan dan kondisi para petani di lapangan ini merupakan sebuah keharusan bagi setiap Anggota DPRD agar kualitas perjuangan dan fakta-fakta keadaan masyarakat disaat kita perjuangkan di lembaga DPRD tidak hanya asal bunyi. Tandas Hitimala yang merupakan Mantan Sekretaris Komisi I Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas (DPMF) Pertanian Unpatti.
Selain meninjau kondisi lahan milik para petani, Hitimala juga meninjau kondisi jalan tani yang merupakan pusat aktivitas para petani di Dusun Masika Jaya yang hingga kini belum di aspal atau dibangun dalam bentuk beton.
Menurutnya, kondisi jalan tani di Dusun tersebut merupakan episentrum bagi masyarakat dalam melakukan aktivitas di kebun serta distribusi hasil-hasil pertanian milik masyarakat melalui jalan tersebut.
Jalan tani milik masyarakat tersebut saat ini kondisinya sangat memprihatinkan bahkan jembatan-jembatan di sini belum dibangun sehingga masyarakat bergotongroyong membangunnya secara swadaya namun telah mengalami rusak para. Sehingga keadaan ini sangat menghambat masyarakat setempat bahkan sering terjadi kecelakaan masyarakat tani jika hendak melewati jembatan-jembatan tersebut.
Saat hendak melewati sebuah jembatan di jalan tani milik masyarakat tani Dusun Masika Jaya Hitimala juga mengalami lansung kecelakaan ringan. sehingga kenadaran motor dan dua hp miliknya mengalami kerusakan serta terdapat luka ringan dan luka mamar di badannya.
Bagi hitimala, kondisi kecelakaan yang ia alami saat meninjau jalan tani milik masyarakat ini merupakan teguran sekaligus motivasi kuat baginya untuk lebih tegas dan komitmen lagi memperjuangkan keadaan yang dialami oleh masyarakat setempat.(Anwar Tiha)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























