
SBB,Lintasindonesia-
Sebelumnya masyarakat yang pernah memperbaiki ekonomi dengan cara menambang di wilayah bekas tambang cinabar yang ada di Dusun Hulung, Desa Iha Kecamatan Huamual, kembali menagih janji Pemerintah Daerah Seram Bagian Barat, terkait akan memperdayakan atau membuka lapangan pekerjaan untuk warga agar tidak lagi melakukan aktivitas pertambangan. Tetapi hingga saat ini janji Pemda hanya bohong belaka dan tidak terealisasikan.
Hal ini disampaikan Arman Anakota Selaku Tokoh Masyarakat Iha Ulupia menyatakan
” Selama ini kita warga disini menjadi korban oleh pemerintah SBB, yang terkesan telah bohongi warga yang merengut sesuap nasi di areal tambang yang merupakan rezeki yang di berikan oleh Allah, Tuhan yang maha esa dengan menitipkan hasil di wilayah kami.
Sebelumnya disaat penertiban tambang ini, Pemkab SBB yang hadir saat itu Sekda H Mansur Tuharea dan beliau pernah berjanji kepada warga akan menyediakan lapangan pekerjaan asalkan warga tidak beraktivitas, dan saat itu, semua warga penambang turuti mereka semua turun serta tidak ada aktivitas sama sekali. Tatapi selama ini janji Pemda itu hanya bohong belaka hingga saat ini, satu item lapangan pekerjaan pun tidak disediakan” Terang Anakota.
Lanjut Anakota – ” Sehingga selama kami merasa dijajah dan ditindas oleh negara kita sendiri dengan cara selalu melarang untuk kami berproses dalam mencari hidup untuk merubah ekonomi.
Kami warga disini selalu berfikir yang baik selalu turuti kemauan pemerintah, tetapi sebagai pemerintah dalam hal ini bupati selaku kepala daerah harus berfikir nasib warga disini, jangan tinggal diam.
“Perlu diketahui dengan adanya titipan Tuhan melalui tambang ini telah banyak membantu warga disini, dapat meningkatkan taraf ekonomi bahkan berasas positif, diantaranya mengurangi angka kriminalitas karena seluruh warga sibuk untuk merengut rezeki, membuka lapangan pekerjaan sehingga membantu Pemda SBB dalam mengatasi kemiskinan di daerah.” Ujarnya
Anakota pun berharap kepada Pemda SBB punya etikat baik dalam melihat masyarakat.
” Saya berharap Pemda harus sikapi baik nasib para masyarakat disini, sebab ini terkait kebutuhan perut untuk melangsungkan hidup. Kami butuh solusi dari Pemda jangan tinggal diam. ”
(DK)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























