SBB, Lintasindonesia-
Komisi II DPRD Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) melakukan kunjungan kerja (Kunker) di Kecamatan Taniwel, untuk meninjau sekaligus pengawasan terhdap perkembangan pembangunan Puskesam dan pembangunan sarana pendidikan yang dikerjakan Tahun 2019.
Kunker yang dipimpin Ketua Komisi II DPRD Julius Maurits Rutasouw didampingi sekretarsi Komisi II Ode Masihu dan Anggotanya, dalam rangka melihat langsung pembangunan Puskesmas dan pembangunan rumah dinas guru dan MCK bertempat di SD Kristen Niwelehu Kecamatan Taniwel.
Pantauan MLI, saat melakukan Kunker di SD Kristen Niwelehu tersebut, untuk memastikan pekerjan pembangunaan rumah dinas dan MCK yang dibangun dengan mengunakan anggaran DAK Tahun 2019 apakah sudah selesai seratus persen atau masi terkendala.
Atas pekerjan tersebut Komis medapatakan pekerjaan pembangunan sarana pendidikan tersebut baru mencapai 75 persen. Dengan pekerjaan yang masih 75 persen itu . Komisi II DPRD meminta agar pihak sekolah untuk segerah menyelesaikannya sehingga tidak terjadi temuan. Dan bahkan pihak DPRD juga berharap agar dalam pengelolan dana DAK harus transparan dan dikelolah oleh Komite sekolah.
Selesai melakukan Kunker di SD Kristen Niwelehu, Komisi II kemudian menuju ke Puskesmas Taniwel, hal ini untuk memastikan jumlah pegawai dan pelayanan kesehatan oleh pihak Puskemas.
Saat melakukan pertemuan langusung dengan pihak Puskesmas dan kembali Komisi menemukan bangunan bagian lantai dua Puskesmas Taniwel tidak dipungsikan karena mengalami kerusakan bagian atas sehingga sering tergenang air, dan ruang rawat nginap belum memadai, serta sarana dan prasaran kesehatan masih kurang. temuan tersebut sesuai dengan keluhan yang disampaikan pegawai Puskesmas saat bertatap dengan Komisi II DPRD SBB, Jumat (17/1).
Ketua Komisi II DPRD SBB Julius Maurits Rutasouw kepada MLI Jumat (17/1) menjelaskan, saat melakukan pengawasan melalui Kunker tersebut, DPRD melihat dalam sisi pelayanan kesehatan untuk puskesmas Taniwel melalui payanana oleh pegawai mereka sudah dilakukan dengan maksimal, karena dilihat dari jumlah pegawai yanga ada sekitar 41 tenaga PNS dan sisanya merupakan pegawai honor daerah dan tenaga sukarela dengan julah total 79 orang dan bisa mengakaper tenaga kesehatan demi pelayanan.
“Dengan jumlah tenaga keshatan tersebut maka melayanan kesehatan bisa terkaper dengan baik, cuman terkendala dengan fasilitas yang ada pada Puseksmas Taniwel seperti, pasilitas rawat nginap, ruangan, pentilasi, lantai dua, tempat tidur, dan sebagainya harus dibenahi sehingga pasien dapat ditangani dengan baik,”tuturnya.
Lanjut Rutasouw, dengan temuan tersebut akamencandi catatan .penting, dan terkait persoalan ini akan di evaluasi bersama oleh pihak Komisi II dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melalui rapat dengar pendapat, terkait juga dengan persiapan Puskesmas Taniwel untukmenguti agreditas tahun 2020. Oleh sebab itu Puskes tersebjut segerah diperbaiki karena pembangunannya sangat prihatin.(AT)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























