Belitung.www.media-lintasindonesia.co.id. Dua paket Rehabilitasi ruas jalan yang selalu sambung menyambung, yang pertama Rehabilitasi Ruas Jalan Perawas – Badau(pemenuhan laik fungsi jalan). Nomor kontrak :Hk 02 03 PPK 2.2 Babel/210. Tanggal kontrak 31 Oktober 2019. Nilai Kontrak Rp.8.448.724.000.00(Delapan milyar empat ratus empat puluh empat delapan juta tuju ratus dua puluh empat ribu rupiah.
Paket kedua dengan yang sama Rehabilitasi Jalan Badau–Batas Kapaten Belitung/Belitung Timur. Nomor Kontrak : Hk 02 03 PPK 2.2 Babel/210.1 Tanggal Kontrak 31 Oktober 2019. Nilai Kontrak Rp.6.576.212.000.00(Enam milyar lima ratus tujuh puluh enam juta dua ratus dua belas ribu rupiah).
Dari dua paket proyek tersebut menggunakan Sumber Dana APBN 2019 menelan sebeser Lima belas milyar rupiah(15.000.000.000.00) dengan sasaran 19,59 km, waktu pelaksanaan 60 hari kalender dan masa pemeliharaan 365 hari kalender dengan penyedia jasa CV. mutiara Sakti dan CV. Berkah Omega Berlian. Konsultan Supervisi CV. Lemabaga Konsultanindo.
Mendapat laporan dari pengguna jalan tersebut, awak media Lintas-indonesia.co.id pantau langsung kelokasih, selasa (21/01/2020) sampai saat ini Kamis (23/01/2020), belum ada perbaikan dari kerusakan tersebut. Terlihat sekali bahu jalan rata rata lebih tinggi dari pada siring atau Drainase, sehingga bahu jalan terlihat banyak kerusakan yang terkikis akibat air hujan.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Direktorat Jenderal Bina Marga. Satuan Kerja Pelaksanaan jalan Nasional ll Provinsi Bangka Belitung. Pejabat Pembuat Komitmen(PPK) 2.2. Aris Budiman saat di temui di ruang kerjanya, mengatakan,” kerusakan bahu jalan rata-rata di ruas jalan tersebut bukan kesalahan Kontraktor,” terangnya.
“Proyek ini masih dalam masa pemeliharaan, yang sebenarnya bukan kesalahan dari kontraktor, karena faktor alam yaitu hujan, kemarin posisi rata rata karena Drainase lebih rendah, kita mau meninggikan itu anggarannya tidak mencukupi, jadi yang kita kerjakan dulu yang prioritas prioritas,”jelas Aris Budiman.
Selanjutnya. Aris Budiman menyebutkan karena proyek rehabilitasi ruas jalan ini tujuannya adalah untuk laik fungsi jalan sehingga ada yang tidak tercover.
“Itu banyak yang tidak tercover, diperencanakan tujuannya untuk laik fungsi jalan, juga ada yang karena perubahan perubahan desain jadi tidak full semua yang mengharuskan seperti itu,”bebernya.
“rencananya tahun ini kita akan coba alokasikan untuk ada peninggian siring atau Drainase,”tapi diluar paket tahun kemarin, bukan pekerjaan mereka dan bukan memperbaiki pekerjaan mereka, tetapi untuk menjaga supaya pekerjaan mereka tetap aman. Tapi pekerjaan yang dikerjakan oleh mereka tanggung jawab mereka,”pungkas Aris Budiman.*(www.mli.co.indr4)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























