
Maluku,-Lintasindonesia-baik datang dari belantika orang muda kreatif Maluku. Kabar bait itu berupa bantuan buku yang akan diberikan IndoEast Netwok kepada Rumah Inspirasi Iha Ulupia dalam momentum Talkshow MUDA BERDAYA – MUDA BERKARYA di kota Ambon Sore ini, (Kamis, 13 Februari 2020).
M. Ikhsan Tualeka Founder IndoEast Network dalam sebuah percakapan singkat bersama direktur Rumah Inspirasi, Muhammad Fahrul Kaisuku mengakui akan secara simbolis menyerahkan bantuan buku kepada Rumah Inspirasi pada acara yang langsung dihadiri Walikota Ambon, Richard Lohenappesy.

Ikhsan mengakui kehadiran dirinya untuk menjawab realitas ketimpangan perhatian negara yang ada terlebih dalam rana pendidikan.
Menurut hemat dia, diperlukan berbagi pendekatan, termasuk afirmatif action oleh negara. Begitu pula dengan masyarakat sipil, semua harus mengambil bagian jika tak ingin political discontent makin meluas, yang dapat berujung pada disintegrasi bangsa.
Dalam konteks itulah IndoEast Network hadir sebagai katalisator dalam bentuk platform digital yang dapat mempermudah sinergi dan kolaborasi antara people to people, organisation to organisation bahkan local goverment to local goverment. Sebaliknya antar ketiga arena itu, khususnya di kawasan timur Indonesia yang memang selama ini belum terjalin dengan baik, diantaranya karena masih minimnya infrastuktrur.

Founder IndoEast Network M. Ikhsan Tualeka menyatakan di platform ini ada program ‘pela-gandong kontenporer’ yang disingkat PeGaKe. Program ini meminjam kearifan lokal masyarakat dalam membangun persaudaraan dan memperkuat kohesi sosial. Di PeGaKe, setiap individu, organisasi maupun local goverment bisa menemukan dan memilih pihak yang akan dijadikan saudara atau ‘Pela-Gandong kontenporer’.
“Di PeGaKe akan ada program Second Village atau Kampung Kedua. Di sini setiap orang, khususnya yang telah memiliki kemampuan finansial dan jaringan yang kuat, dapat memilih kampung keduanya di kawasan timur Indonesia. Individu yang kemudian disebut ‘kapitan’ ini, akan membantu meningkatkan kapasitas masyarakat di kampung keduanya itu, menggerakkan mereka untuk maju, seperti mengadakan rumah baca, mendorong second village-nya sebagai desa wisata, hingga membantu akses beasiswa bagi anak-anak di kampung keduanya itu,” pungkas pria berdarah Sahapori tersebut.
Untuk diketahui, dalam talk show bersama Walikota Ambon tersebut mengahdirkan sejumlah volountir dan komunitas kreatif.
Tema Muda Berdaya-Muda Berkarya dipilih dalam talkshow kali ini dengan alasan yang jelas: Anak muda adalah potensi, tulang punggung, aset dan penggerak perubahan, jika berdaya dan memberdayakan. Pemuda yang berdaya akan mampu berkarya, dan itulah yang dinamakan kontribusi.
Kegiatan yang akan mengetengahkan isu kaum muda, bagimana mereka memposisikan diri dalam menyikapi realitas sosial dan menjawab tantangan masa depan ini, adalah kerjasama Pemerintah Kota Ambon yang tengah fokus menjadikan Ambon sebagai City of Music, Smart City dan mempromosikan #VisitAmbon2020 dengan IndoEast Network, salah satu platform digital untuk sinergi dan kolaborasi potensi sumber daya kawasan timur Indonesia.
Selai menghadirkan Walikota Ambon, Richard Louhenapessy IndoEast juga menghadirkan sahabat muda dari Papua Raya dan Maluku Raya yang sebelumnya adalah finalis dalam ajang pencarian pemimpin masa depan ‘The Next Leaders’ di Metro TV 2009, Billy Mambrasar (Stafsus Presiden RI).
Menurut Ikhsan, ini adalah bagian dari ikhtiar untuk menyemangati dan bertukar pendapat dengan milenial, khususnya di Kota Ambon.
Dipandu oleh presenter kondang Kompas TV asal Nusa Tenggara Raya, Yasir Nene Ama, serta sastrawan muda berbakat, Eko Saputra Poceratu yang turut tampil membacakan karya-nya diiringi oleh gitaris muda Sondorsono, juga Master of Ceremonies dari kalangan milenial Ethly Jo dan Monica Ariesta Saipalla, mempertegas atmosfir saatnya anak-anak muda mengambil peran strategis, mengeksplorasi bakat dan kemampuan sehingga tampil menjadi pelopor perubahan di masing-masing bidang yang lagi ditekuni.
Pilihan lokasi diskusi di ruang terbuka dan juga tempat wisata baru di Kota Ambon, Amahusu Beach, adalah upaya agar ruang publik bisa diboboti dengan kegiatan kaum muda yang kreatif dan inspiratif, sekaligus mempromosikan destinasi wisata hasil inovasi Pemerintah Kota Ambon.
“Ayo bergabung dalam kegiatan yang diadakan tanggal 13 Februari 2020, pukul 17.00 WIT,” pungkasnya.(AT)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























