Media Lintas Indonesia.co.id Sumatera Utara.
Sudah seharusnya kita sebagai anak bangsa wajib menjunjung tinggi harkat dan martabat sportifitas disetiap adanya turnamen diadakan. Semua itu untuk menjaga sportifitas dan agar tidak mengundang kegaduhan. Jika hal ini dapat diterapkan kepada setiap pemain dan sporter pertandingan, maka situasi pasti akan kondusif. Rabu (04/03/2020) sekira jam 15.40 wib telah terjadi keributan didalam turnamen sepak bola Daffa Jaya Tani Cup I yang diadakan Desa Aek Batu, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan.
Didalam setiap turnamen sudah seharusnya buat para setiap penyelenggara tunamen agar mengutamakan keamanan supaya tidak terjadi keributan atau kericuhan. Tapi kali ini diturnamen Daffa Jaya Tani Cup I sangatlah tidak pantas dipertontonkan. Karena kejadian tersebut sangat lah tidak baik juga tidak seharusnya terjadi keributan hanya karena hal yang sangat kecil dan tidak perlu diributkan. Padahal jika pihak panitia penyelenggara tersebut tegas dan sigap dalam mengambil keputusan dan menyiapkan keamanan secara efektif maka insiden pun sudah pasti tidak akan terjadi.
Setelah bergulirnya pertandingan antara tim kesebelasan Dusun Cikampak Pekan dengan Tim kesebelasan Dusun Asahan maka dimenit ke 25 tim Dusun Asahan masih unggul 1 – 0 atas tim Dusun Cikampak Pekan untuk mengambil tiket kegrand final. Namun suhu atmosfer mulai naik dan memanas. Setelah kedua tim memasuki pertandingan babak pertama menit ke 25 terjadilah keributan perselisihan hingga sampai kepemukulan antara oknum dengan oknum pemain ditengah lapangan. Sehingga keributan pemain tersebut mengundang emosi para sporter tim akhirnya para sporter kedua tim pun berhamburan masuk ketengah lapangan hingga terjadi baku hantam antar pemain dan sporter yang tak terkendali lagi.
Namun setelah jajaran kepolisian Mapolsek Torgamba cepat bertindak dalam hal pengamanan maka situasi dapat segera dikondusifkan. Setelah situasi aman berselang beberapa menit kemudian dari tokoh masyarakat dan olah raga Bapak Mara ondak Harahap juga DPRD Kabupaten Labusel Bung Syahdian Purba, SH segera mengambil tindakan tegas kepada kedua tim sehingga keributan dan baku hantampun kondusif.
Setelah keributan tersebut dapat terkendali maka kedua tokoh tersebut memutuskan untuk pertandingan ulang esok sore hari Kamis ( 05/03/2020) dengan keputusan skors tetap 1 – 0 untuk keunggulan Tim Dusun Asahan serta meneruskan sisa waktu yang tertunda hingga sampai pertandingan usai. Tapi jika keributan terjadi kembali maka kedua tokoh tersebut Bapak Mara Ondak Harahap dan Bung Syahdian Purba, SH memutuskan untuk mendiskualifikasi kedua tim.
Itulah ketegasan kedua tokoh agar petandingan dapat berlangsung kembali dengan baik, namun yang sangat disayangkan adalah tim panitia pelaksana turnamen, tidak tegas dalam mengambil kebijaksanaan agar keributan tidak terjadi dan setidaknya situasi dapat dikondusifkan dengan baik. (Tim)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























