Gerubok

ONEKLIK

NGULAK NGALIK

Home / JATIM / Madura / Dua Wisata Religi Sumenep Menjadi Daya Tarik Wisatawan

Dua Wisata Religi Sumenep Menjadi Daya Tarik Wisatawan

Masjid jamik Agung Sumenep

Sumenep, (Lintasindonesia.co.id)-Ujung timur Pulau Madura, Kabupaten Sumenep menyimpan banyak wisata religi yang menakjubkan. Salah satunya, bangunan Masjid Jamik Agung yang berdiri tegak di pusaran kota Sumenep.

Pintu masuk depan malam Asta tinggi sumenep

Bangunan yang masih kokoh disebelah barat taman bunga ini sebagai saksi kejayaan Sumenep tempo dulu. Bahkan hingga saat ini para wisatawan yang berkunjung ke Sumenep menyempatkan diri beribadah di Masjid tersebut.

Masjid yang berdiri pada zaman kekuasaan penembahan sumolo ini dengan gaya arsitektur merupakan perpaduan budaya Eropa, Tiongkok, Arab dan Madura, itu terlihat dari bangunan gerbangnya serta interior masjid.

Bahkan, bangunanpun didominasi warna kuning sehingga tampak bercorak bangunan Tionghoa. Apalagi bentuk dan corak pintu gerbang menjadi salah satu bangunan Masjid tua dengan arsitektur unik di Indonesia.

Ketampakan gerbang pintu masuk Masjid Jamik setinggi lima belas meter dengan tebal bangunan empat meter, menyerupai miniatur Tembok China bangunan tembok itu tidak hanya berfungsi sebagai pagar masjid.

Sebab, gerbang pintu masuk disisi kanan dan kirinya itu terdapat ruangan dengan pintu besi yang konon berfungsi sebagai sel tahanan bagi pelaku kriminal seperti halnya pencurian, pemerkosaan, perjudian dan perkelahian.

Tempo dulu, penempatan ruang tahanan di depan masjid itu sebagai terapi mental dan penyadaran bagi para tahanan. Mereka secara jelas akan terlihat oleh para jema’ah terutama pada saat melaksanakan shalat Jumat.

Oleh karena itu, bangunan utama Masjid Jamik yang dibangun sekitar 1779 Masehi itu pada pemerintahan Pangeran Natakusuma hingga sekarang masih dilestarikan.

Masjid Agung ini dikenal Masjid Jamik Panembahan Somala yang merupakan salah satu bangunan 10 masjid tertua dan mempunyai arsitektur yang khas di Nusantara.

Masjid Jamik Sumenep saat ini telah menjadi salah satu landmark di Pulau Madura.

Selain itu, wisata Religi yang banyak diminati para wisatawan adalah Asta Tinggi Sumenep. Asta Tinggi sendiri bukan hanya terdapat makam dari para raja, melainkan juga makam dari keluarga raja, sentana, dan punggawa sejak abad XVI.

Dari banyak sumber sejarah, Asta Tinggi memiliki nilai kekeramatan yang tinggi. Meskipun dulu mempunyai mitos keangkeran dan daya mistis yang tinggi sekarang hal tersebut sepertinya sudah lenyap lantaran sudah banyak orang yang berdatangan berziarah.

Makam pertama yang ada di Asta Tinggi adalah makam dari R. Mas Pangeran Anggadipa yang merupakan seorang adipati. Makam perempuan di samping beliau adalah makam dari istri beliau yang bernama R. Ayu Mas Ireng, R. Ayu Mas Ireng sendiri adalah putri dari Panembahan Lemah Duwur.

Asta Tinggi awalnya, tidak memiliki pagar hanya rimba belantara dan batuan terjal. Untuk menghormati Pangeran Anggadipa dan istrinya Pangeran Rama. Seketika itu, menjabat sebagai adipati sumenep membangun pagar hanya dengan batu-batu yang disusun rapi.

Asta Tinggi sendiri memiliki dua bagian dimana bagian barat memiliki corak jawa pada bagian timur sendiri lebih didominasi oleh corak Cina, Eropa, Arab dan Jawa.(Tim/Red)

Check Also

Kamar Hunian Warga Binaan di Rutan Klas IIB Sumenep Digeledah

Kamar Hunian Warga Binaan di Rutan Kelas IIB Sumenep Digeledah

Sumenep, Lintasindonesia.co.id – Rutan Kelas IIB Sumenep, Madura, Jawa Timur kembali operasi penggeledahan kamar hunian …

Polres Sumenep Kawal Ketat Balik Mudik Gratis

SUMENEP, MEDIA-LINTASINDONESIA.CO.ID _Lintasindonesia.co.id- Balik mudik gratis jurusan Sumenep-Surabaya-Jakarta dari terminal Arya Wiraraja Sumenep, Madura, Jawa …

Bulan Puasa Ramadhan 1444 H, Pemdes Aengdake Berbagi Berkah

Bulan Puasa Ramadhan 1444 H, Pemdes Aengdake Berbagi Berkah Sumenep, Lintasindonesia.co.id- Pemerintah Desa (Pemdes) Aengdake, …

media UNGKAP TABIR

ABOUT LPPNRI

10 URUTAN BERITA YANG PALING BANYAK DI LIHAT

BERITA YANG PALING POLULER DAN KOMENTAR

SHARE AND FOLLOW THE SOCIAL MEDIA OF LINTAS INDONESIA

error: Content is protected !!