Masalah covid19 memang membuat semua rakyat Indonésia susah, terutama Bapak Presiden Joko Widodo, kami tak bisa membayangkan bebannya , tapi sepertinya ada orang yg memancing di air keru.
Kepala desa, kepala daerah berlomba lomba membuat tempat karantina, dan bahkan ada daerah yg sebenarnya bukan zona merah tapi dibuat seolah zona merah.
Kami sebagai rakyat biasapun akhirnya bertanya tanya mengapa demikian.
Kemungkinan dengan demikian tentu kucuran dana dari pemerintah pusat akan lebih besar dan segerah turun.
Seharusnya Kepala desa ataupun kepala daerah hanya perlu melakukan karantina terhadap TKI dari luar negri dan warga yg datang dari daerah zona merah saja, terutama dari luar negri dan dari sekitar Jabodetabek saja.
Tapi lagi lagi anggaran, kalau daerah atau desa mengusahakan tempat karantina pada semua orang bahkan yg bukan dari daerah zona merah, tentu pantas dicurigai, kalau bukan cari nama ya cari dana.
Kami ingat ada sebuah lagu dari Ebiet g ade, yg mana ada syair yang berbunyi.
Dalam kekalutan, masih banyak tangan, yg tega berbuat nista.
Semoga para kepala daerah dan kepala desa tidak ada yang punya niat seperti itu, akan tetapi masyarakat harus memantau mengawasi penggunaan anggaran yg di kucurkan oleh pemerintah pusat sehingga bantuan untuk masyarakat benar benar sampai ke tangan yang memang berhak menerima.( Opinion)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























