Gerubok

ONEKLIK

NGULAK NGALIK

Home / LAMPUNG / Lampung Utara / Disdikbud Lampura tetap teken kontrak kerja?

Disdikbud Lampura tetap teken kontrak kerja?

LAMPUNG UTARA – Dunia, termasuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Utara (Lampura) saat ini sedang memerangi penyebaran wabah Coronavirus Disease (Covid-19). Jum’at (1/5/2020).

Segala langkah dan terobosan dilakukan Pemkab Lampura guna mencegah penyebaran wabah virus Corona di kabupaten berjuluk Bumi Ragem Tunas Lampung itu.

Namun, baru-baru ini tersiar kabar jila Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung Utara diduga melakukan penandatanganan kontrak kerja dengan sejumlah kontraktor untuk paket proyek di dinas setempat, yang pembayarannya dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Utara, Suma Wibawa, terkesan optimis akan tetap ada proyek di dinas setempat.

“Insha Allah (proyek di Disdikbud Lampura) jadi (dilaksanakan),” ujarnya, saat dikonfirmasi Headlinelampung soal kepastian proyek Disdikbud Lampura tahun ini, Rabu (15/4/2020).

Namun, pernyataan Suma tersebut bertolak belakang bertentangan Pelaksana tugas (Plt) Bupati Lampura, Budi Utomo, saat Musrenbang RKPD di Gedung Tapis Pemkab, Selasa (12/03/2020) lalu.

Ketika itu, Musrenbang RKPD itu, Budi menegaskan di hadapan wakil gubernur Lampung tahun ini tidak ada pekerjaan pembangunan fisik, karena Pemkab Lampura ingin menstabilkan APBD terlebih dahulu.

Bahkan, Plt Kepala Disdikbud Lampura, Michel Saragih, dikabarkan enggan menandatangani kontrak proyek tersebut.

Namun sampai saat ini Michel Saragih belum bisa dimintai keterangannya.

Diduga Terima Fee

Dilansir dari media headlinelampung. Diketahui, pascaoperasi tangkap tangan (OTT) Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara bersama sejumlah pejabat, oleh tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa bulan lalu, tidak membuat sejumlah oknum pejabat takut.

Pasalnya, diduga kabid dikdas Disdikbud Lampung Utara berinisial S menerima fee proyek, dari sejumlah oknum rekanan dan kepala sekolah.

Banyak oknum rekanan yang mengeluh dan mencari sosok pejabat tersebut.

“Dimana S itu. Sulit sekali bertemu dengannya. Saya ingin mengambil uang setoran (fee proyek) itu. Proyek tidak ada, nanti uang yang ada hilang saja,” ujar seorang rekanan yang enggan namanya ditulis.

Saat dihubungi, S mengatakan proyek pembangunan fisik yang bersumber dari APBD Disdikbud Lampura itu tidak jadi dan akan dilaksanakan tahun mendatang.

“Ditunda (proyek Disdikbud). Januari akhir kontrak, Februari pengajuan uang muka. PHO di (APBD) perubahan, Itu obrolan plt sekda, Desyadi dan pak Toto,” ungkapnya saat itu.

Ketika disinggung mengenai fee proyek yang diberikan rekanan kepadanya, S mengatakan jika dia sedang pusing.

“Ya, lagi pening seribu keliling,” ujarnya melalui pesan WhatsApp.(tim PJI)

Check Also

Wakil Bupati Lampung Utara Menyerahkan SPT Secara Simbolis Untuk 23 Kecamatan

Wakil Bupati Lampung Utara, Ardian Saputra, S.H. Menyerahkan Surat Perintah Tugas (SPT) Tenaga Kerja Sukarela …

Lima Pejabat Eselon II Pemkab Lampung Utara Dilantik

KOTABUMI – Bupati Lampung Utara Hi. Budi Utomo, S.E., M.M., melantik dan mengambil sumpah Lima …

“Zonasi SMA Negeri 1 Kotabumi kacau”

Salah satu oknum guru yang bertugas mengajar di SMAN 1 Kotabumi, Lampung Utara, mengaminkan jarak …

media UNGKAP TABIR

ABOUT LPPNRI

10 URUTAN BERITA YANG PALING BANYAK DI LIHAT

BERITA YANG PALING POLULER DAN KOMENTAR

SHARE AND FOLLOW THE SOCIAL MEDIA OF LINTAS INDONESIA

error: Content is protected !!