Toba – mli- Berawal dari adanya kejadian pada hari Rabu tanggal 3 Juni 2020 di sebuah rumah jaga sekolah SMP Negeri 2 ULUAN, yang berada di Desa Sigaol Timur Kecamatan Uluan Kabupaten Toba. Rumah tersebut ditempati seorang Guru Honorer yang masih single dengan inisial A.Siagian ( Perempuan ) bersama temannya seorang murid bernama Bungaku Manurung ( nama samaran / bukan nama sebenarnya ) yang mulai kembang.
Kejadian hari Rabu tanggal 3 Juni 2020, seorang remaja Pria masuk rumah tersebut disaat A.S dan Bungaku sedang tidur. Sesuai keterangan yang dihimpun Pria tersebut masuk lewat Kamar mandi dengan menerobos asbes menuju ruang dapur, kemudian menuju ruang tengah tempat A.S dan Bungaku tidur. Namun pelaku terlebih dahulu memadamkan listrik di rumah tersebut dari luar rumah hingga situasi samar-samar tak jelas, sesuai keterangan Bungaku.
Saat itu pelaku sudah sempat menindih tubuhku saat tidur, hingga aku terbangun dan melihat seorang pria mendekap tubuhku walau tidak jelas dikenali wajahnya karena mati lampu, namun aku mencoba berontak dan menjerit-jerit, dan ketika aku sedang menjerit si pelaku menutup mulutku agar tak bisa bersuara, karena aku sempat menjerit hingga membuat Ibu A.S terbangun. Seketika itu juga pelaku melarikan diri tanpa dapat kami kenali wajahnya akibat dimatikan lampu listrik.
Aku hanya menangis sangat takut tak bisa apa-apa, sahut Bungaku menerangkan.
Senada dengan Bungaku, A.S juga melengkapi dan mengamini bahwa rasa takut sangat menjadi, hingga kami mencoba menghubungi pemuda setempat untuk datang melihat keadaan kami, ucap A.S, tak lama kemudian Dony Manurung bersama temannya datang dan membuat kesepakatan agar kejadian ini jangan di umbar dulu kepada orang lain, tapi kita adakan pengintaian dulu beberapa malam ini, terang A.S sembari diselingi oleh Dony Manurung.
Atas kesepakatan tersebut pengintaianpun terlaksana pada hari Kamis malam, tanggal 5 Juni 2020, Dony Manurung mengendap dalam rumah sambil menonton televisi sedangkan senter telah disediakan guna antisipasi pemadaman listrik oleh pelaku.
Dan,,,, Creng…. Musang tak tahan selera melihat ayam betina sedang bertengger mulus,,,!!!
Sekitar pukul 22.30 WIB, Kamis malam menuju Jumat tanggal 5 Juni 2020, suasana mulai tengang di sekitar rumah A.S, derap langkah mulai terdengar mondar mandir mengelilingi rumah, kemungkinan mencari jalan masuk kedalam rumah, Karena Asbes yang dirusak sebelumnya telah diperbaiki siangnya, Tutur Dony Manurung menerangkan kepada Tim Media Lintas Indonesia.
Dony Manurung juga menambahkan bahwa pelaku makin jelas pergerakannya terdengar karena merasa seisi rumah sudah tidur.
Persiapan telah dilakukan seadanya, senter mulai digenggam, secara perlahan mulai menuju pintu keluar dan Trak,,, Trak,, pelaku kepergok orangnya dan dapat dikenali wajahnya.
Tak cukup sampai disini,,, pelakupun berusaha kabur melarikan diri, dan kejar kejaran pun terjadi.
Pelaku berhasil ditangkap dengan adu fisik antara Dony Manurung dan Pelaku.
Tapi naas bagi Dony Manurung, pada saat mau menggiring Pelaku ketempat kejadian ( rumah A.S ) pelaku tiba tiba berontak dan menggigit tangan Dony Manurung hingga luka. Pada saat melepas gigitan pelaku Dony Manurung melancarkan tinjauan kewajah pelaku hingga mengakibatkan mulut atau hidung pelaku mengeluarkan darah, barulah tangan bisa lepas dari gigitan pelaku, ujar Dony menambahkan keterangan. Sembari mengatakan bahwa pelaku tidak dikenalnya secara baik untung Nasib Manurung melihat kejadian dan mengenal pelaku dengan jelas, bahwa pelaku adalah ponakan R. Sitompul dan tinggal bersama mereka satu rumah di Dusun II, Tanding.
Setelah pelaku berhasil lolos meninggalkan gigitan di pergelangan tangan Dony Manurung, seketika itu juga Dony Manurung mencari bantuan lewat telepon seluler kepada pemuda setempat, dan sontak suasana jadi ramai memecahkan keheningan malam.
Segala sudut dicari namun tak berbuahkan hasil.
Untuk memperjelas informasi, Tim Media Lintas Indonesia mengkonfirmasi status pelaku dengan menghubungi Kepala Desa Sigaol Timur yaitu Haposan Hasibuan, menurut keterangan Kepala Desa bahwa pelaku merupakan pendatang ke Desa Sigaol Timur Kecamatan Uluan Kabupaten Toba, namun sudah hampir setengah tahun disini, namun belum pernah menerima pemberitahuan dari pihak R.Sitompul terkait keberadaan pelaku dan kependudukannya. Hal ini diperjelas Kepala Dusun II yaitu Rudywanto Manurung pada saat konfirmasi kerumah R.Sitompul.
Keterangan yang diperoleh Tim Media Lintas Indonesia bersama Kepala Dusun II, Desa Sigaol Timur, Rudywanto Manurung saat mendatangi rumah R.Sitompul guna konfirmasi langsung, R. Sitompul mengatakan bahwa keluarganya sangat merasa dipermalukan oleh sikap pelaku yang sangat diluar etika, saya tidak menyangka kejadian ini terjadi, padahal setiap saat selalu kami nasihati agar bersikap baik dan sopan, tapi sekarang kami sangat malu besar karena ulah ponakan kami ini, sahut R.Sitompul sambil terbata menahan tangisnya. Demikian juga istrinya mengatakan seandainya ponakan kami ditemukan sekarang, kami akan menyerahkan langsung kepada pihak berwenang.
Kami iklas merelakan daripada bikin malu lagi, sebut Br Manurung istri R.Sitompul.
Sampai berita ini diturunkan pihak Keluarga R.Sitompul masih melakukan pencarian terhadap pelaku, yang belum diketahui entah dimana setelah melarikan diri dari kejadian.
Terakhir terungkap dari R.Sitompul bahwa identitas pelaku adalah :
Nama : Bobby Sinaga
Umur. : 16 tahun ( perkiraan )
Alamat : Pekanbaru dan pernah tinggal di Sibolga sebelum ke Sigaol Timur.
Ditambahkan juga bahwa pihak orang tua Bobby Sinaga sudah dihubungi dan sedang dalam perjalanan menuju Sigaol Timur guna menyelesaikan masalah dengan baik dan kekeluargaan, tutup R.Sitompul mengakhiri.
By : FM71
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























