Toba mli. Pembangunan memang merupakan impian setiap orang, karena pasti akan mendatangkan keuntungan dan manfaat yang lebih baik bagi pengguna.
Demikian halnya dengan sebuah jalan yang bagus, kenyamanan berkendara bertambah serta kelancaran lalu lintas pun terjaga, dan itu semua menjadi harapan setiap daerah tersebut.
Sama halnya dengan Rehabilitasi Jalan Lintas Sumatera yang sedang berlangsung saat ini, semua lapisan masyarakat menyambut baik dan mendukung penuh.
Namun diharapkan juga agar didalam proses pembangunan itu selayaknya dipertimbangkan jangan sampai menimbulkan derita bagi warga setempat dan pengguna, Kesehatan, keselamatan juga kenyamanan harusnya terjaga selalu. Dan pastinya Pemerintah sudah menerapkan semua itu demi masyarakat. Hanya saja mungkin para pekerja atau Rekanan proyek yang mengabaikan hal itu untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar lagi.
Demikian yang terjadi pada perbaikan Jalan Lintas Sumatera ( JALINSUM ) antara Bonatua Lunasi dan Porsea, Kabupaten Toba, Warga sepanjang jalan yang diperbaiki mengeluh akibat tebalnya kepulan debu dari jalan.
Kepulan debu yang tebal sangat meresahkan warga masyarakat sekitar, seperti yang diungkapkan oleh Pak Manurung saat ditemui Tim Media Lintas Indonesia di depan warung makan miliknya. Dia juga menerangkan selama kegiatan perbaikan Jalan ini usaha warung makannya merugi total. Orang tidak mau lagi singgah makan disini akibat terganggu debu yang tebal dari jalan, lihatlah semua pohon sepanjang pinggiran jalan ini, semua berganti warna dari hijau menjadi warna debu, pernapasan serasa sesak dan menimbulkan batuk batuk, mata terasa perih, terang Pak Manurung dengan kesal.
Demikian juga Sitorus mengatakan bahwa usaha bengkelnya jadi sepi dari hari hari biasanya, sementara kami bertambah sibuk lagi karena kami berusaha menyiram jalan ini dengan terpaksa karena tak sanggup menahan debu yang tebal. Apalagi situasi COVID-19 ini, kami makin gelisah di hadiahi debu tebal.
Saat di mintai keterangan tentang upaya penyiraman dari pihak rekanan, Sitorus mengatakan memang jalan yang diperbaiki ini disiram dengan air, namun itu hanya sekilas saja, tidak tampak hasil siraman air, karena begitu lewat mobil penyiram dibelakang sudah kering dan langsung ber – abu lagi, tutur Sitorus.
Ketika Tim Media Lintas Indonesia menelusuri jalan yang diperbaiki, tidak ada berupa papan proyek yang menunjukkan pihak rekanan yang mengerjakan perbaikan Jalan tersebut !
Sementara pekerja yang ditemui Tim Media Lintas Indonesia enggan memberikan keterangan dan hanya mengatakan ditanya sama pengawas saja, kami tidak tahu apa apa, hanya sebatas kerja, sebut pekerja tanpa bersedia memberikan nama dan identitas.
Tidak luput juga seorang warga lainnya yang sedang menyiram jalan dengan mesin pompa air miliknya sendiri, sembari menunjukkan rasa kesal dan kecewa mengatakan dirinya terpaksa menyediakan bensin tiap hari untuk dipergunakan ke mesin pompa saya hanya untuk menyiram jalan ini, rasa marah kami kepada pihak rekanan sudah disampaikan, namun tidak digubris sama sekali, mohonlah Kesehatan kami warga diperhatikan juga, jangan hanya cari untung besar, kami warga di sini korban Kesehatan akibat debu, tuturnya mengakhiri sembari mengatakan tak usah nama disebut bila perlu ini rumahku datang saja ke rumah bila perlu, ini rumahku tambahnya sambil menunjuk rumahnya.
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























