Media Lintas Indonesia.co.id Perwakilan Sumatera Utara.
Menurut dari hasil pemantauan dan info yang didapatkan oleh Ketua LSM KCBI (Lembaga Swadaya Masyarakat Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia) kabupaten Nias barat yaitu bung Sabar Halawa bersama beberapa Awak media senin (13/07/2020) di gudang Kantor Dinas Pertanian kabupaten Nias Barat mendapati adanya tumpukan Benih bibit jagung yang cukup lumayan banyak. Dan yang sangat diherankan mengapa benih bibit jagung yang menumpuk tersebut tidak ada dibagikan kepada kelompok tani ataupun kepada petani yang ada diKabupaten Nias Barat khususnya.
Pada saat awak media sedang akan konfirmasi bersama tim LSM KCBI diruang kerja Kepala Dinas Pertanian yaitu Yohanes Halawa. Namun tim LSM bersama awak media disarankan oleh Kadis Pertanian agar konfirmasinya kepada Martianus Laia karena alasan Kadis pertanian sedang sibuk.
Atas petunjuk dari Kadis Pertanian tersebut maka tim bersama awak media menemui Martianus Laia di ruangan kerjanya. Ketika tim LSM dan awak media sedang konfirmasi bersama Martianus Laia tentang benih bibit Jagung yang didapati dalam keadaan menumpuk digudang Dinas Pertanian Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara. Tapi jawaban dari martinus Laia mengatakan, sebenarnya benih bibit jagung ini sebagian sudah disalurkan dan sebagian besar lagi belum. Apa lagi pengadaan benih bibit jagung ini yaitu Anggaran tahun 2019 pada masa kadis Ekonomi masih pak Daeli. Disini kita tidak mengetahui berapa jumlah benih bibit jagung yang telah tersalurkan dan berapa lagi sisa yang belum disalurkan karena datanya tidak ada sama kami, tutur martinus laia jelas.
Kembali Martinus laia menjelaskan kepada tim dan awak media bahwa semenjak adanya benih bibit jagung ini, kami dari Dinas Pertanian Kabupaten Nias Barat Telah menyurati pihak Pengawasan Pekerjaan Lapangan kelompok tani (PPL) agar supaya dilakukan penyaluran benih bibit jagung tersebut di setiap kelompok tani di masing-masing wilayah kecamatan, jelasnya. Namun faktanya benih bibit jagung yang ada dikantor Dinas kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara tidak disalurkan.
Ditempat yang berbeda awak media Bersama Ketua Lsm KCBI Nias barat menghubungi Mantan kadis pertanian Ekonomi Daeli melalui Telepon selulernya untuk konfirmasi terkait tentang Benih bibit jagung yang sedang numpuk di gudang Dinas pertanian nias barat namun tidak bisa diangkat dan dibagikan kepada masyarakat atau kelompok tani yang ada.
Sabar Halawa Ketua LSM KCBI Nias Barat yaitu bung Sabar Halawa mengatakan, Bila benih bibit jagung numpuk di gudang Dinas pertanian Kabupaten Nias barat tersebut disinyalir Ada sesuatu hal yang di sembunyikan didinas pertaniam kepada kelompok tani dan demikian juga sama halnya menghamburkan uang negara, tuturnya memperjelas.
Berdasarkan informasi tersebut ketua LSM mencoba menelpon kadis Pertanian Nias Barat pada hari Jumat (17/07/2020) jam 11.30 wib untuk mempertanyakan benih bibit jagung yang menumpuk digudang kantor Dinas Pertanian tersebut sumbernya dari mana dan bantuan pengadaannya dari mana dan anggarannya dari mana serta program tahun berapa, namun Yohanes Halawa kadis pertanian menjawab .saya kurang tau, yang lebih tau adalah mantan kadis Lama karena saya baru saja dilantik menjadi Kepala Dinas Pertanian pada tahun 2020, jelasnya mempertegas.
Ketua LSM KCBI Nias Barat bung Sabar Halawa menegaskan dalam waktu dekat akan segera kami surati Bupati Nias Barat dan DPRD Kabupaten Nias Barat, Dinas pertanian provinsi Sumatera Utara dan pihak penegak hukum yang terkait atas dugaan penyimpangan benih bibit jagung di gudang kantor dinas pertanian nias barat tsb , dan hal seperti inilah pihak penegak hukum melakukan penyelidikan diduga pihak oknum dinas pertanian nias barat di sinyalir ada oknum pemain dalam pengelolaan benih bibit jagung ungkapnya dengan nada kecewa.
Dilanjutkan ketua LSM KCBI Nias barat mengatakan pernyataan Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Nias Barat Herti Hia melalui media Beritanusa.com menjelaskan bahwa dengan adamya pandemi corona covid 19 salah satu hambatan penyaluran bibit unggul jagung kepada kelompok tani maupun masyarakat umum Kabupaten Nias Barat. menurut Sabar Halawa alasan Sekdis dinas pertanian tersebut hanya mengada-ngada isu pandemi Covid 19 diNias Barat mulai bulan maret 2020, sementara pengadaan benih jagung ini pada tahun 2019.
Kemudian yg lebih mengherankan lagi kenapa kedua kepala dinas pertanian kabupaten Nias Barat tidak mengetahui sama sekali pengadaan benih jagung tersebut? bahkan kepala bidang pangan Holtikultural pun juga tidak mengetahui.ada apa sebenarnya yg terjadi pada pengadaan barang tersebut?
Menurut Kadis Ekonomi Daeli mantan dari Kadis pertanian Kabupaten Nias Barat yang mengetahui tentang pengadaan benih jagung tersebut hanya Herti Hia dan Hasamoni Zebua.
Harapan kami semoga pengadaan benih jagung tsb dapat diaudit oleh inspektorat. berapa anggaran sesungguhnya dan dari mana sumbernya, apa benar pengadaannya 120 ton sampai kepada petani? dan berapa dana yg seharusnya diterima oleh setiap kelompok penerima manfaat.(Supriono).
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























