Nunukan-Lintas Indonesia.co.id.“Lokakarya Mini Lintas Sektoral merupakan suatu pertemuan antar petugas Puskesmas dengan sektor terkait(Lintas sektoral)untuk meningkatkan kerjasama tim, memantau cakupan pelayanan Puskesmas serta membina peran serta masyarakat secara terpadu agar dapat meningkatkan fungsi Puskesmas.”
Kegiatan Evaluasi program Triwulan I dan II yang digelar oleh pihak Puskesmas Nunukan,di Kantor Desa Bnusan pada(23/07),di hadiri oleh Kepala Desa Binusan Rudi Hartono,Pejabat(PJ)Kepala Desa Binusan Dalam“Hasriansyah”,Pejabat(PJ)Kepala Desa Ujang Fatimah M.Rivai,Kepala Seksi Gizi Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan(Dinkes)Nunukan“Selamat,SKM”,B binsa,Babinkamtibmas serta seluruh Ketua RT se-Desa Binusan,Kecamatan Nunukan.
Untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,melalui Kepala Puskesmas Nunukan“dr.Ika Bihandayani”bersama Staf Puskesmas menggelar Lokakarya Mini(Lokmin) lintas sektoral di desa Binusan.“Kegiatan ini digelar secara rutin tiga bulan sekali.
“Evaluasi Lokakarya mini(Lokmin tersebut, mendapat sambutan baik oleh Pemerintah Kecamatan Nunukan bersama Pemerintah Desa Binusan serta semua pihak.
Kepala Puskesmas Nunukan dr.Ika Bihandayani mengatakan,kegiatan ini sebagai upaya menjalin kerjasama dengan semua pihak guna meningkatkan pelayanan serta merealisasikan program kesehatan.“Tanpa ada dukungan kerjasama lintas sektor mustahil semua program kesehatan dari Puskesmas bisa dilaksanakan,”kata Ika.
Dia memberikan contoh tentang program kebersihan lingkungan, jika hanya berpatokan dari puskesmas tanpa dukungan dari Pemerintahan desa, Pemerintahan Kelurahan ataupun Instansi lainnya, program ini tidak bisa dijalankan secara maksimal.”
Lebih lanjut,“dr.Ika Bihandayani”menyampaikan bahwa,Tujuan lokakarya tersebut adalah tergalangnya kerjasama lintas sektoral dalam rangka pembinaan dan pengembangan peran serta masyarakat secara terpadu.untuk mendapatkan dukungan dan masukan dari lintas sektoral dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik kepada masyarakat”, jelasnya.
“Dengan bermunculannya kasus DBD di sejumlah wilayah di Nunukan,Ika meminta agar
seluruh masyarakat berperan aktif mencegah dengan cara membersihkan lingkungan
sekitar dengan 3 M yaitu menguras, menutup, mengubur, yang harus dilakukan tidak hanya melihat musim hujan ataupun musim kemarau.
Masih menurut Ika,mengandalkan fogging atau pengasapan juga bukan sebuah solusi penyelesaian, karena pemberian insektisida hanya berfungsi membunuh nyamuk dewasa.”
“Bila senantiasa mencegah,nyamuk juga tidak akan bertahan, siklus hidup nyamuk harus
diputus sedini mungkin, mari kita galakkan 3M”katanya.
Ia juga menghimbau kepada masyarakat untuk jangan ragu memberikan informasi kepada petugas terkait sebagai bahan masukan untuk kemajuan dan kepercayaan masyarakat dalam pelayanan di bidang kesehatan.”
“Untuk itu perlu dijelasklan manfaat bersama dari upaya pembinaan peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan bagi sektor-sektor yang bersangkutan,”pungkasnya./Rdm.
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























