Sumenep, (Lintasindonesia.co.id)- Para petani di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dihimbau untuk tidak banyak menanam tembakau. Sebab, tahun 2020 ini salah satu pabrik rokok tidak akan membeli.
Himbauan Pemerintah Sumenep melalui Dinas Pertanian Holtikultura dan Perkebunan (Dispertahortbun) tersebut mendapat protes dari salah satu aktivis Lumbung Informasi Rakyat (Lira).
Tahun 2020 ini, Pemerintah Kabupaten Sumenep seharusnya bisa memaksimalkan harga tembakau. Bukan mengerdilkan kaum petani tembakau dengan adanya himbauan itu.
“Pemerintah ini harus perjuangkan petani tembakau, lebih-lebih soal harga. Nah, jika ada Pabrik rokok tahun ini tidak mau beli, Pemerintah harus bisa mengatasi,” kata Bambang, aktifis LIRA Sumenep, dengan nada tegas, Rabu (05/08/2020).
Selain itu, Pemerintah juga bisa memberikan solusi terbaik untuk mengatasi persoalan yang dihadapi petani tembakau saat ini.
“Bertani tembakau merupakan kegiatan rutinitas setiap tahunnya. Jika tembakau sudah tidak laku lagi,?. Pemerintah seharusnya ngasih solusi terbaik,” tegasnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Sumenep menghimbau para petani tidak terlalu banyak menanam tembakau pada musim ini. Sebab, salah satu pabrik yang biasa menyerap tembakau rajangan memastikan tidak akan membeli tembakau tahun ini.
“Pabrik Bentoel (PT. Bentoel Prima) tidak akan mengambil, sudah mengirimkan surat ke kami,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan Dispertahortbun Sumenep, Rina Suryandari.
Alasan pabrik tidak akan membeli tembakau tahun ini lantaran stok tembakau yang ada di Pabrik tersebut masih banyak, dan juga ada kebijakan dari pemerintah terkait kenaikan tarif cukai rokok.
“Sementara yang pasti satu pabrik tidak akan melakukan penyerapan. Kalau Pabrik yang lain belum ada kepastian,” jelasnya.
Menurut, prediksi tembakau di Sumenep akan melebihi kapasitas. Dari itu dirinya menghimbau supaya petani mengurangi penanaman tembakau.
Apabila produksi tembakau melimpah sementara serapannnya rendah, harganya menjadi murah dan merugikan petani sendiri.
“Respon masyarakat bermacam, kita tetap sosialisasikan keadaan saat ini, yang kita jaga kan dari harga. Bila banyak petani yang menanam tapi anjlok, kan gimana,” tuturnya. (Yas)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























