Gerubok

ONEKLIK

NGULAK NGALIK

Home / JATIM / Madura / Wakil Ketua DPRD Sumenep Berharap Pemkab Lebih Maksimal menggunakan Anggaran perubahan Tahun 2020

Wakil Ketua DPRD Sumenep Berharap Pemkab Lebih Maksimal menggunakan Anggaran perubahan Tahun 2020

Sumenep, (Lintasindonesia.co.id)-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep lebih maksimal menggunakan penyerapan APBD perubahan tahun anggaran 2020.

“Demi kepentingan masyarakat, jadi kami berharap Pemerintah Daerah benar-benar maksimal menggunakan Anggaran perubahan 2020 ini,” kata Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumenep, Indra Wahyudi.

Untuk itu, dari hasil rapat paripurna internal DPRD Sumenep perihal penyampaian hasil evaluasi gubernur terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Perubahan tahun 2020 ini semuanya telah final.

“Ini salah satu cara semangat kami, baik dari TAPD, eksekutif dan legislatif untuk mempercepat proses realisasi program APBD Perubahan tahun 2020,” ujarnya.

Dia menjelaskan, proses Raperda APBD Perubahan tahun 2020 saat ini mengalami pelambatan dibandingkan tahun lalu. Namun demikian, diharapkan tidak berdampak pada realisasi agenda pengerjaannya.

“Jangan sampai kemudian seperti tahun lalu, dengan proses pembahasan cepat tapi banyak anggaran yang kendor. Seperti pencairan 70 persen masih tersisa 30 persen, ini tentunya menjadi catatan supaya tahun ini cepat direalisasikan,” pungkasnya.

Maka dari itu, pihaknya mendorong Pemkab Sumenep untuk secara masif dan maksimal menyiapkan sejumlah hal, baik dari segi administrasi maupun teknis dalam rangka pemanfaatan anggaran perubahan secara total dan komprehensif (menyeluruh) sehingga tuntas dan sempurna.

“Harapannya teman-teman adalah meminta kepada eksekutif untuk bisa menjamin dan menggaransi proses pencairan itu tidak molor. Karena sisa waktunya sekarang juga mepet,” harapnya.

Politisi dari Partai Demokrat ini menambahkan, melalui APBD Perubahan tahun 2020 itu, direkomendasikan supaya poin-poin penting yang saling berkaitan, seperti kegiatan belanja modal dan lain sebagainya mampu dimaksimalkan.

“Nah, mengacu dari evaluasi tahun sebelumnya, seperti kegiatan hibah dan program belanja modal yang sifatnya kontraktual CV banyak dari mereka tidak bisa dicairkan. Jadi, jangan sampai kemudian ada yang kendor,” tutupnya. (Yas)

Check Also

Kamar Hunian Warga Binaan di Rutan Klas IIB Sumenep Digeledah

Kamar Hunian Warga Binaan di Rutan Kelas IIB Sumenep Digeledah

Sumenep, Lintasindonesia.co.id – Rutan Kelas IIB Sumenep, Madura, Jawa Timur kembali operasi penggeledahan kamar hunian …

Polres Sumenep Kawal Ketat Balik Mudik Gratis

SUMENEP, MEDIA-LINTASINDONESIA.CO.ID _Lintasindonesia.co.id- Balik mudik gratis jurusan Sumenep-Surabaya-Jakarta dari terminal Arya Wiraraja Sumenep, Madura, Jawa …

Bulan Puasa Ramadhan 1444 H, Pemdes Aengdake Berbagi Berkah

Bulan Puasa Ramadhan 1444 H, Pemdes Aengdake Berbagi Berkah Sumenep, Lintasindonesia.co.id- Pemerintah Desa (Pemdes) Aengdake, …

media UNGKAP TABIR

ABOUT LPPNRI

10 URUTAN BERITA YANG PALING BANYAK DI LIHAT

BERITA YANG PALING POLULER DAN KOMENTAR

SHARE AND FOLLOW THE SOCIAL MEDIA OF LINTAS INDONESIA

error: Content is protected !!