Pemerintah pusat telah mengucurkan dana milliran rp yang tujuannya,untuk membantu warga yang kurang mampu membuat wc agar kebersihan dan kesehatan semakin terjaga,adapun sala satunya kab yang mendapat kucuran dana tersebut adalah kab bungo yang di kelola oleh dinas Perkim.
Pemda bungo melalui dinas Perkim mengadakan sosialisasi terlebih dahulu ke desa desa yang dapat bagian bantuan pembuatan wc tersebut,sala satunya desa sei arang,kec bungo dani,kab bungo.
Pada ahir bulan 1 januari kami dari media lintas indonesia dan media koran mitra polda bungo,mengunjungi rumah datuk rio sei arang awalnya hanya silaturrah saat sampai ke rumah datuk rio ternya tamu ramai namun datuk rio mempersilakan kami masuk di karna kan dak ada masala yang urgen,tak lama kemudian seorang rt di dusun sei arang berkomentar tentang masala yang sedang terjadi terhadap warganya,lantas kami bertanya pada datuk rio dan datuk rio menghendel kami berurusan langsung dengan rt nya karena beliau lebih paham itu,tutur rio sei arang.
Pada hari yang sama kami tim dan rt langsung ke tkp alias lokasi untuk ambil foto dan konfirmasi dengan warga yang mendapat proyek wc tersebut,sementara yang kami temukan ternyata belum selesai,sayangnya warga tersebut menambah besaran wc dari yang sudah ada pada gambar tutur rt dan dananya warga sendiri yang menambah karena dana yang sudah di tentukan 6 jt per wc kurang wajib bagi warga membeli material dan bayar upah tukang terpaksa keluarkan goceng sendiri,pungkas rt lagi.
Kami mengajak rt untuk menemukan wc yang besarannya sesuai dengan anggaran 6 jt per wc,tak jau dari tempat pertama kami menemukannya,ini dia pak yang anggara 6 jt,tutur rt.
Sebesar ini la pak yang 6 jt itu dan ini belum siap juga kami tak tau kenapa belum siap,dan pendmpingpun dak perna lagi koordinasi dengan kami apalagi orang Perkim bahkan jarang nongol ke sini,dan ksm pun tak berpungsi nampak,karena bendaharanya kan anak saya sendiri pak sr namanya.kalau sebasar ini habis dana 6 jt an saya pun mau pak ngerjakan nya,sebab kalau kami hitung ini hanya menghabiskan sekitaran 4,5 jt an lebih kurang,tutur rt yang di iyakan beberapa rekannya.
Ini la ukuran yang sebenarnya untuk sama sama kita ketahui,tutur rt lagi.menurut saya kata rt berapa nianla pak habis dana dengan ukuran seperti ini,semen tara dana satu wc rp 6 jt itu yang sudah di sosialisasikan dari awal oleh pihak Perkim pada warga saat awal rencana ini,dan pertemuan itu langsung di kantor rio ( desa)yang di hadiri yang bernama pak Davit tutur rt dengan seorang pendamping yang bernama Aris kalu dak sala kata rt.
Ada 3 dokumentasi yang kami ambil sala satunya ukuran persis pada gambar yang belum siap juga di kerjakan, selain cerita masala besar kecilnya wc pak rt pun menyampaikan bahwa pekerjaan ini di kerjakan oleh pihak Perkim bukan pihak desa atau warga dan kami terkejut pak karena tak sesuai lagi dengan hasil waktu sosialisasi awal,kami tida lupa pak dan saksi banya warga yang hadir,awalnya dulu yang di sampaikan pak Davit pekerjaan ini langsung warga bahkan dananya yang 6 jt pun langsung ke warga tutur rt ternyata setelah kerja kami hanya tinggal nonton aja pak,dan panitia yang di bentukpun dak berpungsi yaitu KSM namanya yang sebagai bendaharanya ank saya sendiri tutur rt.
Sesuai dengan taksiran rt ,setelah kami tim bertanya pada konsultan kawakan secara singkat konsultan tersebut dalam waktu 30 menit di menaksir dan meninggikan anggaran nya ternyata lebih kurang 4,25 jt an,nah pertanyaan nya,? adakah sisa dana wc ini lagi ?.
Dalam hal ini kami berharap kiranya pihak APH secerah mengadakan pencegahan agar tidak semakin banyak kerugian negara,jikalau pencegahan masih di berlakukan di repoblik ini,kami pers hanya untuk mempublikasikan dan memperjuangkan keadilan dan kebenaran itu sudah di atur dalam uu pers no 40 99 pada bab 2 pasal 6 huruf e.
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























