Subulussalam-lintasindonesia.co.id
Dinas Pertanian Perkebunan dan Perikanan (Distanbunkan) Kota Subulussalam via Kabid Perkebunan Andriansyah,S.ST mengatakan, dengan konsep, maka ada banyak hal yang harus dibenahi dengan program PSR. Karena program ini bukan sekedar menggantikan tanaman tua dengan tanaman muda, tapi juga menata perkebunan masyarakat. Rabu (31/3/2021)
Program Peremajaan Sawit masyarakat (PSR) menjadi fondasi baru pembangunan perkebunan kelapa sawit masyarakat. Karena itu, program PSR tidak hanya semata-mata menggantikan tanaman tua dengan tanaman baru, tapi juga erat terkait dengan peningkatan produktivitas tanaman sawit masyarakat
“Kita harus berpikir skala makro dan bukan hanya skala mikro,”
Karena tanaman kelapa sawit yang mampu mengubah ekonomi masyarakat. Apa lagi di Subulussalam ini hampir rata-rata memiliki kebun kelapa sawit dan hidup dari kelapa sawit.ujar Andriansyah,S.ST dalam rungan kerjanya
Selain itu ia menambahkan Pada tahun 2019 Kota Subulussalam memiliki Target lahan masuk program (PSR) sebanyak 1200 ha dan terealisasi 1457 ha.Pada tahun 2020 karena dianggap oleh pusat mampu maka dinaikan target menjadi 2500 ha tetapi cuma terealisasi + 900 hektar, dikarenakan pihak dinas focus pada proses evaluasi realisasi tahun 2019 yang sampai ke ranah yudikatif,dan ada perintah dari tim (PSR) pusat untuk sementara (PSR) di Aceh di tunda dulu. Nah pada tahun ini, kembali Kota Subulussalam diberi target 2500 hektar .
Distanbunkan Kota Subulussalam beri apresiasi kepada semua elemen masyarakat yag telah peduli dan melakukan control social dari proses awal hingga berjalannya program (PSR) di Subulussalam ini. (Mukaribin Pohan)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























