Gerubok

ONEKLIK

NGULAK NGALIK

Home / JAMBI / Bungo / BPOM JAMBI DAN DINAS KESEHATAN BUNGO LAKUKAN INVESTIGASI PANGAN KE PASAR BEDUG

BPOM JAMBI DAN DINAS KESEHATAN BUNGO LAKUKAN INVESTIGASI PANGAN KE PASAR BEDUG

Medialintasindonesia.co.id,Bungo —Dalam rangka melindungi masyarakat dari pangan olahan yang mengandung bahan berbahaya Balai Pengawas Obat dan Makanan di Jambi di dampingi Dinkes Bungo melaksanakan kegiatan pengawasan Pangan Jajanan Ramadhan 1442 H di pasar Bedug (Takjil) dibeberapa tempat penjualan takjil seperti;  Dikawasan Taman Pusparagam dan jalan lebai hasan Sungai pinang.Jumat(30/4/21)

Saat diwawancarai oleh awak media BPOM jambi yang di wakili oleh Sarino, Armada menggunakan mobil operasional Laboratorium Keliling Balai POM di Bungo, kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakn setiap tahun selama bulan Ramadhan,ucapnya

Petugas Balai Pengawas Obat dan Makanan di Jambi dan Dinas kesehatan Bungo melakukan sampling terhadap produk pangan olahan yang diduga mengandung bahan berbahaya seperti Sate,agar agar berwarna, minuman es cendol berwarna, es cincau, gorengan tahu, tempe, lauk pauk, pempek dan lain-lain.

Selain melakukan pembelian sampel,  petugas infokom juga melakukan komunikasi, informasi dan edukasi kepada pedagang cara penyajian makanan takjil agar terhindar dari bahaya kimia, bahaya fisik dan bahaya mikrobiolgi serta penyebaran leaflet brosur “Waspadai Pangan yang Mengandung Bahan Berbahaya”, “Ayo CEK KLIK, Pilih Obat dan Makanan yang Aman:, serta “Ayo Registrasi Pangan Olahan Anda”. dan masih ditemukan beberapa pedagang menggunakan koran dan kertas bertinta sebagai alas makanan, untuk itu petugas langsung eksekusi agar alas makanan diganti segara.

Selama menjalankan investigasi tidak lupa team investigasi mengingatkan penjual untuk selalu memakai masker dan menjaga jarak.

Melakukan  sampling dan pengujian dengan  test kits sebanyak 32 (Tiga puluh dua)  item sampel jajanan Takjil semua sampel yang diuji dinyatakan aman untuk di konsumsi (Memenuhi Syarat) dan  tidak ditemukan pangan olahan mengandung Bahan Berbahaya seperti Formalin, Boraks, Rhodamin B dan Methanil Yellow.

Sarino juga menghimbau kepada masyatakat Bungo untuk memperhatikan saat membeli makanan,dilihat dari warnanya kemudian dari baunya kemudian dari bentuknya apabila sudah memgalami perubahan dari bentuk normal sebaiknya makanan tidak usah dibeli karena sangat berisiko terhadap kesehatan.

Dan selama masa pandemi covid-19 pada saat berbelanja dipasar bedug ini tetaplah menjaga jarak, jangan berkerumunan dan selalu gunakan masker. Tutupnya

Check Also

Kabupaten Bungo Punya Program Dusun Online Yang Mendunia

Lintasindonesia.co.id –Bungo adalah salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Jambi, Indonesia. Kabupaten ini merupakan …

Duel Antar Pedagang Di Bungo Berujung Maut

Bungo-Lintas Indonesia. Insiden perkelahian dan penusukan yang diduga dilakukan oleh seorang pedagang terhadap pedagang lain, terjadi …

ANTUSIAS RATUSAN SISWA SISWI SMPN 2 BUNGO PENUHI GEDUNG SKB DALAM MEMPERINGATI ISRA’MI’RAJ

BUNGO, MEDIA-LINTASINDONESIA.CO.ID – Peringatan Isra Mi’raj merupakan program sekolah yang tidak boleh ditinggalkan dengan tujuannya …

media UNGKAP TABIR

ABOUT LPPNRI

10 URUTAN BERITA YANG PALING BANYAK DI LIHAT

BERITA YANG PALING POLULER DAN KOMENTAR

SHARE AND FOLLOW THE SOCIAL MEDIA OF LINTAS INDONESIA

error: Content is protected !!