Subulussalam-lintasindonesia.co.id
Perhatian terhadap mualaf, tak sekadar membimbingnya bersyahadat. Lebih dari itu, ada tanggung jawab lebih guna membawa mualaf ke dalam Islam yang utuh. Di Masjid Al-Iman Jontor Kecamatan Penanggalan Kota Subulussalam
Pj Kepala Desa jontor, Asri Tinambunan mengungkapkan, seringkali pemahaman yang muncul di masyarakat adalah selesai bersyahadatnya seorang mualaf merupakan tujuan akhir. Hal tersebut tentu keliru, pasalnya butuh proses lebih dari itu. Nah pada hari ini kami dari pemerintah desa Jontor lakukan pembimbingan. Terhadap mualaf sebanyak 35 orang.
“Kita harus membimbing mereka, menjaga, dan melindungi. Tidak hanya cukup pada syahadat,” ungkap Asri ini saat berbincang dengan lintasidonesia.co.id, Selasa (4/5/2021)
Pembinaan Mualaf tak Sekadar Menuntun Syahadat
Pembinaan harus menyeluruh dan utuh.
Dikatakan Asri ada mualaf yang menghadapi persoalan dengan keluarganya. Ada juga yang terhimpit masalah ekonomi karena keluar dari pekerjaannya. Ada juga yang mungkin pasangannya mualaf, namun ada kesulitan untuk membimbingnya.
“Utamanya dari pasangan lelaki yang mualaf yah. Karena, untuk mualaf perempuan mereka punya imam, yakni suaminya. Bagaimana dengan mualaf dari sisi suami,” papar Asri
Karena itu, prosesi pembinaan mutlak dibutuhkan. Perlu ada mekanisme yang baku guna mempermudah mualaf untuk menjadi Muslim seutuhnya. “Inilah tugas kita bersama,” kata Asri
Pantoan, Selain itu mualaf diberikan bingkisan dan berupa amplop untuk mengurangi beban ekonomi mereka apa lagi ini mau menghadapi lebaran tutup nya (M.Pohan)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























