
Anyaman Besi yang tidak menggunakan Beton tahu
Bengkulu, Lintasindonesia.co.id.
Melanjutkan pemberitaan belum lama ini tentang Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Seluma yang pembiayaan nya bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara ( SBSN ), masih menuai pertanyaan, karena telah berulang kali Media Lintas Indonesia online mencoba menghubungi via ponsel tetap tidak ada tanggapan, baik dari Ka. Satker maupun dari PPK nya.

Terpisah Praktisi Tehknis Provinsi Bengkulu Jaya Nugroho mengatakan “, yang jadi pertanyaan kenapa landasan anyaman besi cor tersebut tidak menggunakan Beton tahu, karena kenapa kalau tidak memakai Beton tahu tersebut sudah barang tentu anyaman besi akan menyatu dengan tanah sehingga bukan tidak mungkin besi nya akan berkarat dan kwalitasnya tidak terjamin, belum lagi kita ketahui tentang mutu Beton yang dipakai apakah K 225 Atau K 250 atau ada istilahnya sekarang FC brpa yang dipakai, itu semua belum dapat dipastikan karena Pejabat terkait belum dapat dikonfirmasi,jelas Nugroho.” Nanti jika pejabat terkait sudah dapat dikonfirmasi maka kita akan tau mutu beton dan alasan kenapa tidak memakai Beton tahu Tersebut”.tambahnya.
Untuk diketahui Surat Berharga Syariah Negara ( SBSN ) salah satu instrumen fiskal strategis yang digunakan untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi Nasional ( untuk pembiayaan proyek infrastruktur financing Sukuk ) merupakan alternatif pembiayaan infrastruktur yang dilakukan Pemerintah sejak tahun 2013 lalu, sehingga kegiatan Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Seluma dapat dikerjakan sebaik baiknya ( Fikri ).
Bersambung .
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























