
Media-lintasindonesia.co.id –KEDIRI, 26 Oktober 2021 Sambut Maulid Nabi Besar Muhammad, SAW, Jemaah PMJ khususnya di wilayah Kec. Semen mengadakan kegiatan maulid yang dihadiri Kyai Besar yakni K.H, Doglas Toha Yahya atau biasa di panggil Gus Lik. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Mushola NU Al-Ijabah Dusun Donorejo Desa Pagung Kec. Semen Kab. Kediri, (24/10/2024).
Acara ini dimulai usai Sholat Isy’a sekitar pukul 19.30 WIB, dan mendapat respon positif dari warga NU Se-tempat termasuk Kepala Desa Pagung serta Tokoh-tokoh Agama. Salah satunya termasuk Pengasuh Ponpes Lirboyo Cab. Pagung yang ikut menghadiri majelis tersebut.
Saat mengisi acara, Gus Lik menjelaskan, salah satu sifat Nabi yang perlu di teladani adalah sifat pemurah. “Jadilah pemurah jangan jadi pemarah,” ujarnya.
Disamping itu, Gus Lik juga membahas tentang pentingnya Nasionalisme. Salah satunya pesan beliau adalah kalau kita ini adalah warga Negara Indonesia yang beragama Islam, jadi bukan orang Islam yang ada di Indonesia atau pendatang maupun orang asing.
Jadi, lebih jelasnya orang Indonesia asli yang kebetulan beragama Islam karena Islam di Indonesia ini datang bukan secara langsung dari Nabi Muhammad, SAW, tapi ada sebuah perjalanan panjang dari Nabi hingga ke para Wali dan juga Kyai yang lebih dulu menyebarkan Islam di Indonesia hingga sampai saat ini.
Beliau juga membahas mengenai sarung yang merupakan ciri khas Islam di Indonesia. Jadi sarung sebagai busana kebesaran Islam orang di Indonesia sebab di Arab sana sarung tidak ada, jadi harus berbangga jadi orang Undonesia bila memakai sarung.
Maka dari itu, pentingnya bagi kita orang Indonesia asli menghargai jasa dari para Pahlawan serta Leluhur yang berjuang untuk negeri ini. Sehingga kita bisa menikmati kebersamaan dan keberagaman Islam di negeri ini dengan damai dan bukan saling mengkafirkan antar sesama orang muslim, tutur Beliau.
Selain itu, Beliau juga membahas tentang Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober kemarin dan juga 10 Nopember 2021, yang kita kenal Hari Pahlawan. Hal tersebut saling berkaitan mengenai peristiwa agresi militer sekutu ke negara kita yang dimana pada hari itu peran besar Kyai dan Santri dengan di pelopori oleh Kyai Hasyim yang merupakan pendiri NU di dalam proses perjuangan dan pengorbanan untuk Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sangatlah besar sekali jasanya. lebih tepatnya, kita ini adalah orang-orang pemakan jasa, kata Beliau.
Perlu di ketahui, bahwa Majelis PMJ atau Pengajian Malam Jumat di Kediri adalah salah satu majelis terbesar dengan jemaah terbanyak dan tersebar di Kota maupun Kabupaten Kediri. Bahkan luar Kediri dengan jumlah jemaah puluhan ribu yang mayoritas anggotanya di dominasi warga NU.
Bapak Suhur salah satu jemaah PMJ menjelaskan, bahwa dia sudah lama mengikuti majelis PMJ di berbagai daerah pelosok-plosok daerah. Beliau mengatakan, kalau salah satu keistimewaan dari PMJ adalah majelis tersebut selalu berpindah-pindah dari lokasi satu ke lokasi lainnya sehingga jemaahnya akan terus bertambah banyak karena selain antusias juga aura positif dari majelis yang menular sehingga bisa jalan-jalan sambil refreshing tetapi dapat mendapatkan siraman rohani atau barokah dari Mbah Yai, ujarnya.
Setelah pandemi Covid-19 melanda untuk sementara jemaah PMJ di liburkan selama hampir 2 tahun lamanya. Dalam jeda waktu yang sangat lama tersebut membuat jemaah aktif sangat rindu hadir dan berkumpul kembali di majelis tersebut.
Dan kini santer terdengar bahwa PMJ akan di mulai kembali belum tau kapan lebih jelas, hanya sementara akan di mulai skala kecil di daerah-daerah sambil menyambut Maulid Nabi Besar Muhammad, SAW.
Acara di tutup dengan Sholawatan kepada junjungan kita, Nabi Besar Muhammad SAW, kemudian doa setelah itu dilanjutkan dengan makan bersama-sama.
Info dari Panitia di lapangan bahwa ke-depan diharapkan untuk mengisi kangen dan rindu para jemaah akan mengadakan acara serupa yaitu menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW. Insyaallah wacana dari panitia akan mengadakan acara di Desa Kedak Kec. Semen dengan tetap menjaga Prokes yaitu cuci tangan dan menjaga jarak serta jangan lupa masker.
FN – Lintas Kediri
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























