Gerubok

ONEKLIK

NGULAK NGALIK

Home / KEPRI / Lingga / BAMBU DI JADIKAN NILAI EKONOMI YANG POSITIF.

BAMBU DI JADIKAN NILAI EKONOMI YANG POSITIF.

Lingga- Lintasindonesia.co.id, Jadikan bambu bernilai ekonomi. Kepala Desa mepar membuka pelatihan peningkatan kapasitas kelompok anyaman bambu

bertempat dibelai pertemuan Cenut Desa mepar Desa pemekaran Cempaka Sabtu, (25/12/ 2021).

Dalam sambutanya kepala desa mepar, Faif Sundoyo mengatakan bambu merupakan tanaman yang mudah di dapatkan di desa kita, khususnya di kampung Cenut, Kado, Mala, namun sampai hari ini masih belum termanfa’atkan secara maksimal, kita melihat potensi yang ada dan pangsa pasar akan keperluan kintau, karna kintau salah satu alat untuk menakar bilis hasil tangkapan Kelong bilis atau teri.

Untuk itu peluang ini harus bisa dimanfa’atkan sebaik mungkin. Hari ini kita sudah mendatangkan ahlinya untuk mengajari ibu – ibu kelompok anyaman kejora untuk berlatih menganyam pembuatan kintau, salah satu benda ini menjadi peran penting bagi nelayan kelong bilis.

Kepala desa berpesan kepada ibu – ibu untuk bersungguh – sungguh dalam mengikuti pelatihan ini, serapkan ilmu dari pelatihan dengan sebaik mungkin, sehingga nanti selesai pelatihan langsung bisa berproduksi, untuk pemasarannya nanti ibu – ibu tidak usah kuatir insyaallah nanti kita fasilitasi melalui BUMDes,” kata Kepala Desa yang baru terpilih ini.

“Ramilah sebagai ketua kelompok Kejora mewakili anggotanya mengucapkan terimakasih kepada pemerintah desa yang telah mengadakan kegiatan ini, kepada pak Kades yang begitu peduli akan kelompok ini. Kami ibu – ibu juga pingin memberikan kontribusi bagi keluarga dan juga desa, saat ini untuk anyaman jenis kintau, kami memang belum paham, tapi kami yakin setelah dilatih nanti pasti bisa,” tuturnya.

Ketua PKK Desa mepar ibu Aminah yang juga ikut mendampingi pelatihan ini nampak begitu bersemangat dan memberikan motivasi pada kelompok Kejora, mari kita sama – sama serius dalam berlatih dan kita tunjukkan bahwa ibu – ibu juga bisa memberikan kontribusi untuk desa mepar melalui ayaman kintau salah satu alat pengangkat ikan bilis atau ikan teri, kintau juga bisa sebgai alat takaran atau ukuran hasil dari tangkapan Kelong bilis.

“Aminah selaku ketua PKK Desa mepar berharap dengan adanya pelatihan ini khusus ayaman bambu di kelompok Kejora ini, bukan hanya dalam pembuatan kintau saja, tapi bisa juga nanti ke benda yang lain, seperti tas, topi lebar, dan lain – lain yang bisa di buat dengan bahan bakunya bambu atau buluh ini,” harap Ketua PKK Desa mepar.

(KS)

Check Also

Kelangkaan Sembako Ganggu Program MBG di Lingga, PP Minta Pemerintah Dispensasi Regulasi Pengiriman Sembako

LINGGA media-lintasindonesia.co.id. Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Lingga, Arman Arsyad meminta pemerintah mempermudah regulasi pengiriman …

Rapat Paripurna

Listrik Sering Padam Beberapa Nelayan Posek Lingga Mengalami Kerugian

LINGGA – lintasindonesia.co.id — Sejumlah nelayan yang bermukim di wilayah kecamatan Kepulauan Posek, Kabupaten Lingga, …

media UNGKAP TABIR

ABOUT LPPNRI

10 URUTAN BERITA YANG PALING BANYAK DI LIHAT

BERITA YANG PALING POLULER DAN KOMENTAR

SHARE AND FOLLOW THE SOCIAL MEDIA OF LINTAS INDONESIA

error: Content is protected !!