
SBB,MEDIA-LINTASINDONESIA.CO.ID-Melihat Persoalan Yang sementara di alami saudara-saudari kami Di desa KARIU kecamatan Pulau haruku, dengan Berbagai Macam kebutuhan Yang mestinya Di Penuhi di Masa pasca Konflik, KPOTI MALUKU lebih melirik Perhatian Kepada Anak-anak di usia 2 – 13 tahun yang Notabene adalah kelompok Yang sedang Mengalami Proses Pertumbuhan.
Kondisi mental anak-anak Yang tentu Sangat Terpukul Ketika Mereka Harus mengalami Peristiwa Konflik Pada pekan Lalu mesti Segera Di obati agar mereka Tidak Berlarut tapi harus kembali menemukan Kebahagiaan mereka.
Jemi Putirulan, selaku Ketua KPOTI mengungkapkan Rasa Bahagia ketika Kehadiran KPOTI bersama anak-anak KARIU yang berkumpul di lokasi gereja negeri Aboru Pada senin Pagi, sungguh Sangat Bermakna, karna Kembali Bisa melihat Senyuman Dan Canda Tawa anak-Anak Kariu pasca Konflik
KPOTI bermaksud Melakukan Giat Trauma Healing Permainan Rakyat untuk Adik-adik Ini agar Mereka dapat Mengerti Apa Pesan mendalam dari 3 jenis Permainan rakyat yang kami mainkan bersama mereka.

Adapun Jenis permainan yang di mainkan adalah, (1) Pesan Berantai Yang memiliki Arti harus menyampaikan Pesan yang benar kepada orang lain, (2) memindahkan Tali, yang memiliki arti dalam Hal sesulit Apapun Semua anak-ank harus bergandeng Tangan untuk menyelesaikan Masalah, dan Yang terakhir Yaitu (3) Permainan Buah Kira-kira, yang mengajarkan Kepada Anak-anak untuk mengerti tentang Bhineka Tunggal Ika, dan Nilai-nilai Pancasila.
KPOTI Juga Berharap Kepada Semua Pihak Untuk Kiranya dapat Sedikit memberikan Focus bagi fsikis Anak-anak KARIU yang terdampak agar Mereka selalu Merasa Bahagia dalam Kondisi Apapun..
Dalam Aksi yang dilakukan Oleh KPOTI Maluku, turut dilibatkan Juga Teman-teman dari PPPKA Ambon sebagai Bentuk Kepedulian mereka terhadap Kondisi yang terjadi. (AT)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























