
Sumenep, Lintasindonesia.co.id- Dugaan adanya polemik diinternal Perusahaan Daerah (PD) Sumekar, Sumenep, Madura, Jawa Timur menjadi perhatian publik. Bahkan, sebagian menilai, polemik tersebut disebabkan lantaran rapuhnya internal perusahaan, sehingga perlu dilakukan reorganisasi.
Hal itu dikatakan oleh Hariyono ketua DPD Pemuda Lumbung Informasi Rakyat (Lira) Kabupaten Sumenep. Mantan aktivis unira Pamekasan itu menilai sudah sepatutnya Bupati Sumenep untuk melakukan penyegaran dengan cara reorganisasi.
“Banyaknya polemik yang terjadi menurut kami sudah cukup menjadi landasan dilakukannya reorganisasi,” katanya. Kamis (16/6/2022).
Dia menambahkan, bahwa polemik dimaksud seperti halnya pengadaan beras untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diduga tidak sesuai regulasi yang ada. Semisal kualitas beras yang diberikan tidak sesuai dengan kualitas yang diamanatkan oleh Peraturan Bupati.
Menurutnya, terdapat kabar dalam penentuan kualitas beras tidak melibatkan tim sesuai yang telah diberi mandat sesuai surat keputusan Bupati.
“Kalau ini benar berarti kan jelas-jelas menyalahi aturan. Tentu itu terjadi hemat kami karena kualitas SDM (sumber daya manusia)nya rapuh, sekali lagi perlu dilakukan reorganisasi dan berikan pada yang benar-benar faham terhadap aturan,” jelasnya.
Meski, kata dia, dalam hal ini yang dirugikan bukan masyarakat kecil melainkan sejumlah ASN yang diduga telah dipotong TPPnya setiap bulan.
“Tapi yang namanya penyimpangan, itu ada konsekwensinya, tentu bisa berimplementasi pada hukum yang berlaku,” ucapnya.
Dengan demikian, selain persoalan beras ASN juga dikabarkan pengelolaan apotek bermasalah. Sesuai informasi yang dirinya terima, selama ini dividen sub usaha yang dikelola PD Sumekar itu tidak jelas.
“Jika ini benar sudah bisa disimpulkan untuk sementara waktu, kualitas SDMnya memang rapuh, tapi selama ini terkesan dipaksakan,” tutupnya. (Rilis/Yas)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























