Kepala Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendikia Bengkulu Tengah, Imam Ghozali, M.Pd
Bengkulu, lintasindonesia.co.id
Kementrian Agama Republik Indonesia di 1 tahun Terakhir ini menggelontorkan dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara ( APBN ) untuk melakukan rehab gedung sekolah yang bertujuan melengkapi fasilitas sekolah itu sendiri, anggaran yang dikucurkan tidak lah sedikit melalui Surat Berharga ( SUKUK ),
“Bukan tidak mungkin gedung yang dibangun tidak ada pemeliharaan nya.
Hal ini dapat dilihat ketika media lintas Indonesia hendak konfirmasi melalui pesan WA kepada Kepala Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendikia Bengkulu Tengah, Imam Ghozali, M. Pd, namun hingga berita ini tayang belum juga ada tanggapan/slow respon.
Tampak Gedung Kopsis Siswa MAN IC Bengkulu
Bukan hanya itu saja, Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendikia,salah satu sekolah Madrasah Aliyah yang memiliki Fasilitas lengkap, mulai dari asrama santri dan santriwati, serta fasilitas lainnya, adapun yang hendak dikonfirmasi antara nya,
swakelola rutin tahun 2022 – 2023.
– keperluan perkantoran dan Rumah Tangga MAN IC, senilai 879.156.000
– pemeliharaan gedung dan bangunan MAN IC senilai 545.610.000
– pembayaran honor( pegawai pemerintah non pegawai negeri ) ppnpn/ keperluan perkantoran senilai 777.440.000
– Belanja Perjalanan Dinas biasa, Belanja sewa, belanja barang non operasional, senilai 438.840.000,
– Honorariun penanggung jawab pengelola keuangan senilai 83.520.000
– kegiatan rakor dan evaluasi program MAN IC senilai 73.680.000
– bantuan biaya makan siswa yang kurang mampu senilai 110.000.000
– Perjalanan Dinas Madrasah Aliyah luar kota senilai 211.460.000
Terkait mengenai kegiatan tersebut Ka Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendikia Bengkulu, mengarah kan crew lintas Indonesia ” silahkan konfirmasi kepada Kepala Tata Usaha saja “, itu bahasa dalam balasan wa nya.
Sementara itu Kepala Tata Usaha Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendikia Bengkulu, Supriyadi, ketika di bincangi lintas Indonesia di ruang kerjanya mengatakan ” menurut nya semua kegiatan tersebut tidaj ada masalah jika pun ada itu akan di Audit Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia ( BPK ) RI dan atau Irjen dari Kementerian Agama Republik Indonesia ” jelasnya.
Disela perbincangan tersebut, ada beberapa bahasa Bahwa semua Siswa dan siswi MAN IC ini ” Anak Mami ” artinya istilah itu diduga wali dari Siswa tersebut anak orang kaya, sementara didalam mata Anggaran Rutin Swakelola tersebut ada mata anggaran ” Bantuan biaya makan siswa yang kurang mampu “, namun belum sejauh itu crew lintas Indonesia mengkonfirmasi, kendati demikian bukan tidak mungkin crew lintas Indonesia akan memfullup data tersebut.( Tim ).
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat





























