
Banyuwangi,lintasindonesia.co.id -Dengan adanya kejadian tersebut, Kepala SMK PGRI Rogojampi Danang memberikan penjelasan, bahwa di SMK Rogojampi tidak ada pemukulan ataupun yang lain, namun hanya sekedar mencolek saja yang sifatnya seperti seorang temen.
Awalnya pada saat waktu sholat siswa-siswi cangkruan didepan mushola yang ada di SMK, lewatlah guru BK menegur anak didiknya sambil meneruskan jalannya dan ada salah satu anak didik yang menjawab, “saya prei pak” setelah balik dari ruangan Guru BK tersebut langsung menemui anak didik yang dikira jawaban tersebut nyolot dan sampai terjadinya insiden pemukulan.
Setelah dikonfirmasi rekan rekan FRB guru BK tersebut mengatakan Bahwa saya tidak merasa memukul tapi hanya mencolek kerena reflek, katanya
Disisi lain Kepala sekolah SMK membenarkan. Bahwa insiden tersebut memang tidak ada pemukulan dan karena reflek mencolek pipi siswa tersebut.
Karena anaknya merasa dipukul orang tua korban melaporkan ke pihak yang berwajib yaitu APH terdekat. Akhirnya terduga dipanggil dan situ sudah ada kesepakatan antara kedua orang tua wali murid dan pihak sekolah sedangkan dari pihak sekolah konsekwensinya dipertanyakan?.
Kepala sekolah SMK PGRI Rogojampi Mengatakan” Terkait insiden tersebut pihak sekolah sudah memberikan /membuat surat SP 1, yang ditunjukkan kepada guru BK dan guru BK tersebut menerima konsekwensi dari pihak sekolah dan berjanji tidak mengulangi lagi.
Di tempat terpisah irfan Hidayat Ketua FRB ,Pemerhati pendidikan dan praktisi Hukum menyayangkan hal itu terjadi di lembaga pendidikan apalagi yg melakukan tindakan tersebut seorang guru BK , yg mestinya lebih bisa memahami karakter anak didiknya, tegas nya. (team)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























