
Sumenep, Lintasindonesia.co.id- Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur Achmad Fauzi Wongsojudo, turun langsung mengunjungi lokasi sawah melihat uji coba benih unggul padi varietas “HMS 700″.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep, Chainur Rasyid beserta jajaran DKPP dan bagian Humas dan Protokol Pemkab Sumenep melihat dan memastikan keunggulan beni unggul padi varietas.
”Ini benar, benih padi varietas HMS 700,” Kata Bupati memastikan betanya di tengah hamparan padi besar yang lagi menguning.
Bupati Sumenep tampak sumringah memantau dan melihat keunggulan benih padi yang digadang mampu menggandakan hasil panen para petani.
Lalu kemudian, dari lokasi Bupati Sumenep langsung lesehan bersama rombongan dan para petani bincang santai menjadi harapan besar inovasi pertanian untuk masa depan sumenep. Bahkan, pihaknya mengapresiasi langkah DKPP Sumenep yang telah berani melakukan uji coba varietas HMS 700.
“Lahan sawah memang berkurang, tetapi dari hasil produksi padinya justru kian bertambah. Ini lompatan inovasi namanya,” tuturnya.
Dia menambahkan, langkah inovasi DKPP ini tentu sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto tentang swasembada pangan nasional. Sebab, di tengah keterbatasan lahan, hanya inovasi dan teknologi yang bisa menyelamatkan produktivitas petani.
Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid , mengatakan bahwa benih padi HMS 700 itu dibeli secara mandiri untuk ditanam di lahan warga seluas setengah hektare.
Adapun dalam penanaman itu dilakukan secara alami, mengikuti tradisi petani, tanpa penyemprotan pestisida. Hasil tanam tersebut di luar dugaan. Mulai padi tumbuh besar, butiran banyak, dan tanaman itu tetap sehat.
“Pengamatan kami dan analisis Koordinator Lapangan, potensi hasil panen varietas HMS 700 ini minimal 10 ton per hektare. Bahkan, bisa sampai 14 ton per hektare melihat kondisi mulai yang besar,” jelasnya.
Begitu pula, melihat geliat inovasi DKPP, Bupati Fauzi optimistis percepatan swasembada pangan di Sumenep itu segera terwujud dan kesejahteraan para petani tersebut akan semakin meningkat.
“Masih menunggu arahan dari Bapak Bupati untuk langkah berikutnya. Jadi, Semoga ini menjadi titik awal kebangkitan produktivitas padi di Kabupaten Sumenep,” ucapnya.
Untuk diketahui, keunggulan dari varietas HMS 700 memang terkenal sebagai padi panen berumur pendek, sekitar 90 hari dengan hasil gabahnya kuning mengkilat, berasnya pulen, enak, dan tahan terhadap rebah maupun beberapa serangan hama.
Kendati demikian, potensi hasilnya itu bisa menembus 14-19 ton per hektare- angka yang jauh di atas rata-rata produksi padi di Sumenep yang hanya 5,9 ton per hektare. (Niyas)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























