Gerubok

ONEKLIK

NGULAK NGALIK

Home / KEPRI / Lingga / AMANAH RAKYAT ATAU POLITIK KEKUASAAN?

AMANAH RAKYAT ATAU POLITIK KEKUASAAN?

Lingga media-lintasindonesia.co.id -Kepercayaan,dan kejujuran adalah fondasi utama dalam penyelenggaraan pemerintahan. Wakil rakyat dipilih untuk membawa harapan “masyarakat”, bukan sekadar mengamankan kepentingan politik jangka pendek. Amanah “rakyat” hanya dapat diwujudkan jika setiap jabatan publik dijalankan dengan integritas, kapasitas, dan tanggung jawab “kata Faid Sundoyo” saat di temui di kantor Desa dimana beliau menjabat sebagai Kepala Desa 26-12-2025.

“Hal yang sama berlaku bagi eksekutif. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis adalah ujung tombak berjalannya roda pemerintahan. OPD bukan panggung kompromi politik, melainkan mesin kerja yang harus diisi oleh pejabat yang mampu bekerja, memahami tugas, dan membantu pimpinan menyelesaikan persoalan daerah secara nyata “Ucapnya tegas.

“Ironisnya, masih terlihat praktik penempatan pejabat strategis di OPD krusial seperti BPKAD, Bappeda, PUPR-TR, Disdikpora, dan Dinkes yang lebih mengandalkan kedekatan politik ketimbang kapasitas kerja. Akibatnya, beban besar yang seharusnya ditangani secara profesional justru tidak tertangani dengan baik. Pimpinan daerah akhirnya berjalan sendiri tanpa dukungan kabinet yang solid dan kompeten” jelasnya.

” Padahal, di birokrasi daerah tidak kekurangan SDM yang cerdas, berpengalaman, dan mampu bekerja. Namun mereka tersisih karena tidak berada dalam lingkaran kepentingan politik tertentu. Ini adalah kerugian besar bagi daerah, karena pemerintahan tidak digerakkan oleh kemampuan, melainkan oleh loyalitas semu.

“Lebih berbahaya lagi, jika kepentingan politik jangka pendek dijadikan alasan utama dalam menentukan posisi strategis, tanpa kalkulasi dampak terhadap kinerja pemerintahan dan kepercayaan publik. Ini bukan zamannya lagi menempatkan “elit-elit cukong” atau figur yang hanya pandai menyenangkan pimpinan, tetapi gagal menggerakkan organisasi di internal OPD ” imbuh nya.

” Ketika pejabat eselon II tidak mampu bekerja, tidak mampu mengambil keputusan, dan tidak mampu menyelesaikan tanggung jawabnya, maka yang dirugikan bukan hanya pimpinan daerah, tetapi seluruh masyarakat”paparnya.

“Di sisi lain, fungsi pengawasan dan pengesahan anggaran oleh Banggar DPRD juga patut dipertanyakan jika dijalankan tanpa pemahaman yang utuh atas kedudukan dan peran konstitusionalnya. Lemahnya fungsi pengawasan hanya akan memperpanjang masalah tata kelola dan memperbesar risiko kegagalan pembangunan.

“Hari ini, daerah tidak membutuhkan drama politik. Daerah membutuhkan kerja nyata, pejabat yang kompeten, dan keberanian untuk menempatkan orang yang tepat di tempat yang tepat. Jika amanah rakyat masih menjadi kompas utama, maka profesionalisme harus didahulukan di atas segala kepentingan politik.

” Karena pada akhirnya, sejarah tidak akan mencatat siapa yang paling dekat dengan kekuasaan, tetapi siapa yang benar-benar bekerja untuk rakyat, tutup Faid Sundoyo Kades Mepar.

Editor:Kasmiran

Check Also

Polri Presisi untuk Negeri, Polsek Dabo Singkep Berbagi untuk Lansia dan Anak Yatim

Media-lintasindonesia.co.id |Dabo Singkep Kabupaten Lingga media-lintasindonesia.co.id.Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polsek Dabo …

Harumkan Nama Daerah Pemuda Dabo Singkep Raih Gelar Magister Hukum dengan Predikat Cumlaude

LINGGA media-lintasindonesia.co.id Kabarmembanggakan datang dari daerah Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau. Seorang pemuda Farel …

Patroli Siaga Bencana, Bhabinkamtibmas Polsek Singkep Barat Antisipasi Banjir dan Cuaca Ekstrem di Wilayah Pesisir

Lingga media-lintasindonesia.co.id Sebagai upaya mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam akibat cuaca ekstrem, Bhabinkamtibmas …

media UNGKAP TABIR

ABOUT LPPNRI

10 URUTAN BERITA YANG PALING BANYAK DI LIHAT

BERITA YANG PALING POLULER DAN KOMENTAR

SHARE AND FOLLOW THE SOCIAL MEDIA OF LINTAS INDONESIA

error: Content is protected !!