
LINGGA – lintasindonesia.co.id — Sejumlah nelayan yang bermukim di wilayah kecamatan Kepulauan Posek, Kabupaten Lingga, provinsi Kepulauan Riau kini diliputi kegelisahan. Sabtu (12/9/2026).
Pasalnya, pemadaman aliran listrik yang kerap terjadi di wilayah tersebut, dirasakan semakin tidak menentu dan sangat mengganggu aktivitas mereka sehari-hari.
Junan pemuda posek mengungkapkan, para nelayan di daerahnya hari ini mengeluhkan sering padamnya aliran listrik, seluruh rangkaian pekerjaan warga disana sangat terhambat.
“Mulai dari persiapan alat tangkap ikan, pengolahan hasil laut, hingga penyimpanan hasil tangkapannya juga menjadi terganggu,bahkan elektronik juga ada yang mengalami kerusakan, ” ucap juanan.
Tak sedikit kerugian yang dialami nelayan akibat tidak adanya penerangan, maupun pasokan daya listrik sementara supaya nelayan bisa beraktivitas.
“Saya sudah berkomunikasi dan mengirimkan pesan singkat kepada pihak PLN untuk mendapatkan kejelasan tentang kondisi pemadaman listrik di wilayah kami, namun jawaban yang kita terima tidak menunjukkan kepastian kapan pemadaman akan berakhir dan bejalan stabil,” ungkapnya
Kini, para nelayan kata Junan, berharap pihak PLN segera mengambil langkah nyata dalam memberikan solusi yang tepat guna.
Nelayan dan juga masyarakat meminta persoalan ini disikapi dengan sungguh-sungguh.
Terkait mesin yang katanya akan didatangkan dari tembilahan, perlu sosialisasi dan penjelasan kepada warga masyarakat.
“Hari ini tidak semua warga posek mengetahui tentang pemadaman yang berulang-ulang terjadi, harapan kami segera diatasi agar aktivitas mata pencaharian kita kembali berjalan lancar seperti sedia kala,” ucap junan
Selain dirinya ada beberapa pemuda posek juga memberikan komentar tentang pemadaman listrik ini.
“Mati bergilir boleh,cuman jangan sampai 1x24jam. 1×12 jam saja yang seharusnya di kulkas jadi es, dengan adanya pemadaman ini es menjadi cair, tentu ini sangat berdampak dan merugikan kami, ” ujarnya
Hari ini masyarakat cuman ingin tau sampai kapan krisis listrik di posek ini bejalan normal dan kapan mesin dari tembilahan datang.
“Ada tanggal, bulan, tahun kalau hanya bicara masih dalam pengurusan tidaktau kapan percuma juga kan, tentu harus ada komitmennye, ” pungkasnya.
(Kasmiran).
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























