Sumenep, (Lintasindonesia.co.id) – Sebanyak 334 desa/ kelurahan sekabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur baru 229 desa yang membentuk Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Kamis (6/9/2018).
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep, Masuni menjelaskan, semua desa dikabupaten sumenep diharapkan untuk membentuk Bumdes. Namun, saat ini masih ada desa belum melakukan pembentukan.
Salah satu desa yang masih belum melakukan pembentukan Bumdes itu terbanyak pada wilayah kepulauan. Buktinya, dari 334 desa atau kelurahan, baru 229 desa atau kelurahan yang membentuk. Jadi masih sekitar 105 desa yang belum melakukan pembentukan Bumdes.
“Hingga saat ini sudah terbentuk 229 desa. Mayoritas desa yang belum membentuk BumDes di wilayah kepulauan,” katanya.
Adapun faktor banyaknya desa di kepulauan yang belum membentuk BumDes, Masuni memprediksi tidak adanya waktu pemerintah desa. Sebab, untuk membentuk BumDes perlu mengadakan musyawarah desa (Musdes).
“Untuk di daratan hampir semua desa telah membentuk. Di kepulauan, seperti di Kecamatan Raas sebagian sudah membentuk,” terangnya.
Pihaknya berharap, BumDes bisa menjadi tulang punggung perekonomian desa. Apalagi DPMD merencanakan untuk melakukan MOU dengan BUMN melalui BumDes Nusantara di Jakarta.
“BumDes Nusantara dananya dari CSR BUMN, yang nantinya akan membantu BumDes-BumDes yang ada di daerah. Nanti ketika misalnya BumDes di daerah membutuhkan beras, atau pupuk melalui BumDes.”(red)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























