Sumenep, (Lintasindonesia.co.id) – Sapurin (75) Warga Dusun Pandih, Desa Mandala, Kecamatan Rubaru, Sumenep, Madura, Jawa Timur hidup sebatang kara. Bahkan, kakek tua ini tidak mendapat perhatian serius dari pemerintah setempat. Senin (17/9/2018).
Pria bernasib malang ini yang berada di Rt 3/Rw 1, membutuhkan
uluran tangan untuk mencukupi kehidupan sehari – hari. Selain kehidupan yang sangat miris, kakek sebatang kara ini hidup digubuk bambu dengan keadaan reot dan atap bocor.
“Kakek tua berusia 75 tahun itu, tiap harinya menunggu uluran tangan dari warga setempat untuk bisa bertahan hidup,” kata KH. Fathor Rahman, warga setempat.
Dengan nada sedih, Fathor Rahman menceritakan, dalam kehidupan Sapurin untuk bertahan hidup sehari- hari hanya menunggu uluran dari warga setempat.
Bahkan, ia mengharap pemerintah kabupaten Sumenep maupun kaum dermawan untuk saling memperhatikan kehidupan Sapurin yang tidak layak itu.
Sebab, selama ini kakek lanjut usia itu tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah setempat.
“Uluran tangan dari pemerintah maupun kaum dermawan untuk membantu kakek Sapurin itu sangat diharapkan,” tutupnya.(Yas)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























