Sumenep, (Lintasindonesia.co.id) – Dimusim kemarau Kabupaten Sumenep, sering kali dilanda kekeringan, salah satunya terjadi diwilayah Desa Muntorna, Kecamatan Pasongsongan, Sumenep, Madura, Jawa Timur, Rabu (3/10/2018).
Dimusim kemarau Warga Desa Muntorna sering kali mengalami kekurangan air bersih. Sehingga, kalangan laki-laki dan perempuan berbondong-bondong mencarinya, meski air bersih tersebut susah untuk didapat.
“Untuk mendapatkan air harus antre sampai satu atau dua hari,” karena sumber mata air sudah banyak yang habis,” kata Situnah salah satu Warga setempat.
Lebih lanjut dirinya menceritakan, sekitar 950 warga susah untuk mendapatkan air bersih, meski beberapa warga setempat memiliki sumur, namun disaat musim kemarau mata air sumur tersebut mulai menyusut.
“Itupun airnya berkerut, tidak sejernih air yang biasa dikonsumsi masyarakat pada umumnya,” tandasnya.
Junaidi, salah satu tokoh pemuda, mengaku disaat musim kemarau tiba tidak satupun warga mendapatkan bantuan air bersih, baik dari pihak swasta maupun bantuan yang disediakan oleh pemerintah daerah.
“Tidak ada bantuan sama sekali, bahkan warga disini terpaksa mencari sumber mata air sendiri. Tapi karena keterbatasan alat selalu gagal,” terangnya.
Apalagi, tambah Junaidi, Saat ini warga yang tinggal di Dusun Kembangsuka dan Dusun Berkongan juga mengalami nasib yang sama.
“Kami harap ada perhatian dari pemerintah, kasihan warga, kami juga warga Sumenep yang berhak mendapatkan kehidupan yang layak. Jangan karena kami ada di daerah terpencil, kemudian kami dianak tirikan,” tukasnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep R. Abd Rahman Riadi, menjelaskan bahwa bantuan air bersih Desa Montorna sudah dilakukan pendistribusian. Hanya saja dirinya menyadari tidak bisa memenuhi kebutuhan masyarakat secara menyeluruh, sebab, keterbatasan armada.
“Untuk suplai air di Desa Montorna dan Prancak sudah kami lakukan. Tapi tidak setiap hari. Karena harus gantian dengan daerah lain,” jelasnya.
Menurutnya, Saat ini terdapat 48 Desa yang mengalami krisis air bersih. Sehingga pendistribusian air bersih harus bergantian. Satu kali pengiriman sebanyak 6 ribu liter air bersih.
“Kami terus melakukan pengiriman air bersih, tapi harus gantian. Hari ini kami kirim air bersih ke daerah Kecamatan Talango,” tutupnya. (Yasid)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























