Sumenep, (Lintasindonesia.co.id) – Getaran gempa dengan magnitudo 6,4 Skala Righter (SR) mengakibatkan 2 orang meninggal, 7 orang luka-luka. Hal itu terjadi diwilayah Kepulauan Sepudi, Sumenep, Madura, Jawa Timur, Kamis (11/10/2018).
Akibat gempa Situbondo juga membuat beberapa rumah hancur diwilayah Kabupaten Sumenep.
Berdasarkan rilis yang diterima media ini dari Koramil 0827/20 Sapudi, dua orang yang meninggal dunia yakni H Nadar (60) dan Nuril Kamelia (7) keduanya merupakan warga Dusun Jambusok Desa Prambanan.
Sementara korban luka-luka yakni Aswiya (65) warga Dusun Pancor, Desa Pancor, Sudik (60) warga Dusun Wakduwak, Desa Pancor, Hj. Nasia (55) warga Dusun Jambusok, Desa Prambanan.
Lalu Lihami (70) warga Dusun Guder Deje, Desa Nyamplong, Muhawiya (60) Dusun Karang Nyiur, Desa Prambanan, Muhamad (65) Desa Karang Nyiur Desa Prambanan, dan H. Samsu (65) Dusun Panggung, Desa Prambanan.
Korban akibat goncangan 6,4 SK, telah dievakuasi ke Puskesmas Gayam dan Sapudi guna dilakukan perawatan medis. Sementara kerugian materi masih belum bisa didokumentasikan sebab kendala lapangan jalan.
Diketahui, pada hari Kamis, 11 Oktober 2018, pukul 01.44.57 WIB, wilayah Laut Bali diguncang gempa bumi tektonik.
Adapun hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempa bumi ini berkekuatan M=6,4 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi Mw=6,3.
Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7,47 LS dan 114,43 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 55 km arah timur laut Kota Situbondo, Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur pada kedalaman 12 km.
BMKG menyebut, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal yang diperkirakan akibat aktivitas patahan di zona back arc thrust.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi di wilayah Laut Bali ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan sesar naik. (Yasid)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























