BELTIM, www.media_lintasindonesia.co.id – Putra Putri Kabupaten Belitung Timur yang akan melanjutkan kuliah di luar daerah akan diberikan kemudahan untuk mengikuti seleksi mandiri di Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto Jawa Tengah.
Calon mahasiswa asal Kabupaten Beltim yang gagal dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) masih bisa mengikuti Seleksi Mandiri untuk kuliah di Unsoed. Tak perlu jauh-jauh datang ke Purwokerto, seleksi akan dilakukan di Kabupaten Beltim.
Hal itu dikemukakan Rektor Unsoed Prof. Dr. Suwarto kepada Bupati Beltim, Yuslih Ihza seusai melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemkab Beltim dengan Unsoed di Ruang Rapat Senat Rektorat Lantai 3 Unsoed Purwokerto, Jum’at (30/11/18).
“Saat mereka belum lulus di SMBPTN, mereka masih bisa ikut tes lewat jalur mandiri. Tesnya kita laksanakan di Manggar saja, nanti ada tim kita yang datang ke sana,” ungkap Suwarto.
Namun ditekankannya lagi SPP untuk jalur mandiri agak lebih mahal daripada jalur SMBPTN. Selain itu seleksi mandiri baru dapat terlaksana setelah Pemkab Beltim menindak- lanjuti MoU dengan Perjanjian Kerjasama.
“Habis MoU ini dapat kita tindaklanjuti dengan teknis-teknisnya sesuai dengan SOP kami. Dalam perjanjian nanti ada syarat-syaratnya,” jelas Guru Besar di bidang Pertanian tersebut.
Putra-putri daerah Kabupaten Beltim dapat memilih 12 fakultas yang tersedia di Unsoed Purwokerto, termasuk di dalamnya Fakultas Kedokteran Umum.
Bukan hanya di bidang Pendidikan saja MoU yang dilakukan juga akan dilanjutkan dengan kerjasama di bidang Penelitian, Pengembangan, Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Pengabdian kepada masyarakat untuk mengembangkan dan memanfaatkan potensi sumber daya di Kabupaten Beltim secara optimal.
“MoU ini adalah langkah awal bagi kerjasama saling menguntungkan antara Pemkab Beltim dan Unsoed. Dengan SDM yang kita miliki mudah-mudahan dapat bermanfaat untuk pembangunan SDA dan potensi lainnya yang dimiliki Kabupaten Beltim,” harap Suwarto.
Berikan Harapan Baru, Bagi Mahasiswa Kurang Mampu
Sementara itu Bupati Beltim, Yuslih Ihza menyatakan MoU tersebut akan memberikan harapan baru bagi putra-putri daerah yang kurang mampu namun saat ingin melanjutkan kuliah terkendala biaya. Mengingat dengan dimulainya MoU kerjasama akan membuat Pemkab Beltim bisa memberikan beasiswa bagi mahasiswa yang kuliah di Unsoed Purwokerto.
“MoU ini Insyallah akan memberikan kesempatan dan kemudahan seluas-luasnya bagi generasi muda Belitung Timur yang kurang mampu secara ekonomi dalam pembiayaan pendidikan, sekaligus juga bagi calon mahasiswa berprestasi untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi,” kata Yuslih.
Yuslih mengungkapkan tidak sedikit putra-putri daerah yang punya potensi, kemampuan, dan kemauan namun terpaksa harus terhenti di bangku SMA/ SMK lantaran kondisi ekonomi keluarga. Dengan adanya pemberian beasiswa kurang mampu khususnya di kampus-kampus negeri akan membuat semangat mereka dalam menuntut ilmu bertambah.
“Kita bisa melihat itu dari pengajuan proposal permohonan bantuan beasiswa kurang mampu non permanen yang kian meningkat. Saya ingin ada kesempatan yang sama untuk putra-putri daerah kita menyelesaikan pendidikan minimal di bangku kuliah, nah sekarang kian kita perluas kesempatan itu,” ujar Yuslih.
Selain itu Yuslih juga berharap dengan adanya MoU dengan Unsoed, kerjasama dalam bidang penelitian untuk pengembangan daerah di sektor pariwisata, perikanan dan peningkatan potensi Sumber Daya Alam lainnya yang ada di Kabupaten Beltim dapat benar-benar berjalan optimal.
“Insyallah saya optimis dan penuh harapan dengan langkah awal kerjasama kita ini. Mudah-mudahan akan sejalan dengan peningkatan SDM dan pemanfaatan SDA yang ada,” harapnya.
Salah satu syarat pemberian beasiswa bagi putra-putri daerah adalah adanya perjanjian kerjasama antara Dinas Pendidikan Kabupaten Beltim dengan Universitas tempat putra-putri daerah berkuliah. (TIM/KOMINFO)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























