BUOL – LINTAS INDONESIA : Jalan yang menghubungkan lima desa di kecamatan bokat kabupaten buol propinsi sulawesih tengah, yakni desa poongan,tikopo,langudon,bokat empat, dan desa duamayo, kelima desa ini adalah desa yang bertetangga, dan sangat membutuhkan perhatian yang serius dari pemerintah daerah (pemda) terkait dengan jalan di desa mereka masing-masing, jika di lihat dari kondisi jalan, sangat tidak layak untuk di lalui masyarakat dengan menggunakan kendaraan, karena jika tiba musim hujan jalan ini akan menjadi sangat becek dan licin kalau tiba musim kemarau jalan ini akan sangat berbatu dan berdebu juga berlubang.
Hal ini di keluhkan oleh beberapa masyarakat yang sedang melintasi jalan tersebut pada tim media ini, sebut saja salah satunya pak AMAL (27) yang berprofesi sabagai petani di desa poongan, mengaku, ‘beginilah kondisi jalan di desa kami pak, berlubang dan sangat licin kalau musim hujan, dan jika tiba musim kemarau jalan ini sangat berdebu yang tentunya kami sebagai masyarakat desa ini tidak pernah merasa nyaman.
Apalagi kalau kami mengangkut hasil pertanian kami untuk di angkut menuju pasar tradisional di kabupaten buol agak kesulitan melalui jalan ini pak, dia menambahkan” kalau bisa pemerintah agar lebih meperhatikan jalan kami, kata dia dengan penuh harap”.
Melihat kondisi jalan dan mendengar keluhan dari masyarakat desa, tim media ini langsung mendatangi kepala desa poongan,PARMADENG S. LAJINI di kediamannya kamis 3/01 , pada tim media ini kades mengatakan,’ sudah beberapa kali saya mengajukan proposal untuk perbaikan jalan di desa namun hingga saat ini tidak pernah ada tanggapan dari pemda.
Hal senada juga di katakan oleh kepala desa tikopo ‘SUKARMIN” kalau saya pak sudah tiga kali mungusulkan proposal ke kabupaten tapi baru satu kali dapat perbaikan jalan di tahun 2013 lalu, itupun hanya sebatas bengerasan saja dan tidak berselang lama jalan ini rusak kembali akuh kades dengan nada tegas,!
Dia menambahkan” kalau saja dana desa (DD) bisa di gunakan untuk perbaikan jalan munkin sudah lama saya perbaiki jalan ini, tapi apa boleh buat jalan ini adalah jalan kabupaten bukan jalan desa jadi nanti menggunakan dana APBD atau APBN saja Terang kades tikopo.
Dengan desa yang berbeda Di hari yang sama kepala desa bokat empat, HELIS mengatakang ” selama desa saya di mekarkan menjadi desa sudah beberapa kali saya mengajukan proposal untuk perbaikan jalan namun nanti di tahun 2019 ini baru ada informasi akan di perbaiki jalan serta jembatan, saya berharap hal ini akan menjadi kenyataan bukan hanya menjadi hayalan saja, kata HELIS dengan nada penuh harap”
Aktifitas masyarakat di desa saya ini sebagian besar adalah petani tentunya sangat mengharapkan kondisi jalan yang baik, untuk mengangkut dan memasarkan hasil pertanian mereka ke luar desa, tandasnya,” SP. 02
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























