Sumenep, (Lintasindonesia.co.id) – Realisasi program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Desa Kangayan, Kecamatan Kangayan, Kepulauan Sumenep, Madura, Jawa Timur, mulai disoroti warga setempat. Senin (14/1/2019).
Pasalnya, program PLTS yang dianggarkan melalui Dana Desa (DD) tahun 2017 diduga tidak sesuai dengan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes).
“Hanya sekitar 15 buah PLTS Dengan anggaran Rp 272.500.000, itupun akinya tidak ada, kabel dan lampu. Bahkan, hanya PLTS saja dengan ukuran 50 WP,” kata warga setempat yang ogah disebut namanya.
Versi Warga, pembelian pembangkit listrik tenaga surya itu seharusnya sesuai dengan besaran anggaran yang dipampang di APBDes. Begitu pula bisa dibayangkan besaran harga satu buah atau unit PLTS tersebut.
“Ya, kalau harga 1 tenaga surya sekitar Rp.700.000-Rp.800.000. ya kita hanya tinggal ngitung harusnya berapa tenaga surya yang di bagikan untuk warga bondat,” jelasnya melalui sambungan Whatshapp.
Nomer Handphon Kepala Desa Kangayan Moh. Arsan saat dihubungi media ini beberapa kali panggilan tidak diangkat meski nada tunggu terdengar aktif.
Begitu pula Sekretaris Desa Kangayan Lukman Haryanto saat dihubungi melalui panggilan WhatshAap juga tidak diangkat. (Yasid)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























