Sumenep, (Lintasindonesia.co.id) – Keberadaan Dana Desa (DD) di sejumlah desa di Sumenep, Madura, Jawa Timur, diharapkan mampu memberikan dampak kemandirian terhadap desa dan masyarakat. Selasa (12/2/2019).
Sebagaimana disampaikan anggota komisi I DPRD Sumenep, Hosaini Adhim, DD yang dikucurkan oleh pemerintah pusat melalui APBN diminta memberikan dampak untuk kemandirian desa dan masyarakat.
Salah satunya, dengan cara memaksimalkan pendirian Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), sebab BUMDes merupakan salah satu unit usaha desa yang dikelola dan diperuntukkan untuk masyarakat setempat.
Apalagi, perusahaan milik desa menjadi program perioritas oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT). Sehingga, keberadaan BUMDes bisa dijadikan media untuk kesejahteraan dan kemandirian masyarakat desa.
“Kami sebagai wakil rakyat hanya mendorong bagaimana desa memiliki BUMDes,” katanya.
Selain demikian, pembentukan BUMDes diharapkan mengacu pada potensi maupun produk unggulan di desa. Sehingga, saat mendirikan BUMDes akan mudah, bisa langsung memiliki jenis usaha yang dimiliki.
“Keberadaan BUMDes tentu saja sudah berorientasi kepada hasil (profit). Sebab, yang namanya BUMDes tak ubahnya seperti perusahaan, sehingga, keberadaanya harus berkembang dari setiap bulan dan tahunnya,” paparnya.
Oleh karena itu, pihaknya berharap BUMDes betul-betul melibatkan warga sekitar. Sehingga, cita-cita UU Desa untuk menjadikan desa mandiri bisa tercapai.
“Kami berharap semua desa di Sumenep memiliki BUMDes. Itu harapan kami. Soal actionnya tentu saja tergantung pada desa. Jadi, untuk desa yang sudah memiliki tinggal mengembangkan dan mengelola secara profeisonal,” tutupnya. (Yas)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























