SBB,LINTASINDONESIA-Sejumlah daerah menggelar penanaman komoditas pangan serentak untuk mengantisipasi kenaikan harga pangan akibat terbatasnya akses pengiriman logistik.
Hal terjadi karena beberapa daerah sudah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
Salah satu desa yang menggelar penanaman serentak adalah Pemerintah Desa Nikulukan kecamatan taniwel kabupaten seram bagian barat (SBB) Maluku.
Penanaman tersebut dilakukan bersama para petani dan masyarakat desa Nikulukan sebagai bentuk antisipasi kemungkinan terjadinya defisit dan krisis pangan.
Pejabat desa nikulukan Kakay S.pd mengatakan, gerakan penanaman perdana kami di kebun stap dan BPD Nikulukan menyediakan Singkong sebanyak 100 anakan, 100 Anakan keladi, dan 100 Anakan ubi talas serta anakan jagung .
“Ketika daerah lain memberlakukan PSBB, maka arus masuknya bahan pangan dari daerah lain ke daerah kita juga akan terbatas, dan harganya kemungkinan besar akan naik. Maka itu, kita harus mengantisipasi sejak dini,” kata Kakay, seperti dalam keterangan tertulisnya.
Hal tersebut dikatakan Kakay saat memberikan arahan pada acara ‘GerakanTanam Penyediaan Pangadi Desa Nikulukan, Kecamatan kecamatan taniwel, Kabupaten seram bagian barat, sabtu(3/7).
Ia mengatakan, sejauh ini Pemerintah daerah kabupaten seram bagian barat (SBB), telah mengatur skema pola tanam melalui intruksi Bupati kepada para kepala desa se-kabupaten seram bagian barat.
Intruksi tersebut antara lain penanaman terintegrasi antara produksi dan akses pasar, pemanfaatan lahan pekarangan.
Tujuannya adalah untuk menjaga keseimbangan supply dan demand agar bahan pangan serta stabilisasi harga pangan tetap terjaga dengan baik,”Tegas Kakay.(AT)
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























