Kediri-Mentri Perhubungan menargetkan desain bandara Kediri bisa menampung pesawat komersil Boeing 777. Pemerintah akan membantu pembebasan lahan yang saat ini sudah mencapai 80 persen.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pembangunan bandara di Kediri oleh PT Gudang Garam sudah mendapat rekomendasi berbagai pihak. Diantaranya adalah Pemerintah Kabupaten Kediri dan Angkatan Udara terkait pembukaan zona militer udara. “Saya kira (tinggal) finalisasi desain dan penyelesaian tanah sehingga 2019 bisa dimulai,” kata Budi Karya di Kediri, beberapa waktu yang lalu pada awak media MLI.
Budi Karya menyebut pembebasan lahan di Kecamatan Tarokan yang akan menjadi lokasi pembangunan bandara sudah mencapai 80 persen. Pada tahap pertama landasan pacu yang akan dibangun sepanjang 2.400 meter, cukup untuk operasional pesawat komersial Boeing 737. Namun ke depan bandara ini akan dimaksimalkan agar bisa menjadi landasan pesawat Boeing 777.Sekretaris Kabinet Pramono Anung yang turut hadir dalam peresmian jembatan di Kediri bersama Budi Karya dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan bandara kediri merupakan proyek strategi nasional. “Pemerintah akan membantu permasalahan pembebasan lahan,” kata Pramono Anung.
Disinggung masih adanya sikap warga yang menolak pembangunan bandara dengan mempertahankan lahan mereka, Pramono menganggapnya wajar. Namun karena proyek ini demi kepentingan masyarakat luas, dia berharap proyek ini terus berjalan.( Biro Kediri )
Media Lintas Indonesia Harapan dan Aspirasi Rakyat



























