Gerubok

ONEKLIK

NGULAK NGALIK

Home / JATIM / Madura / Sumenep / Berbuntut Panjang Soal Kematian Pasien di Puskesmas Bluto, Kuasa Hukum Kini Minta Buka CCTV

Berbuntut Panjang Soal Kematian Pasien di Puskesmas Bluto, Kuasa Hukum Kini Minta Buka CCTV

Sumenep, Lintasindonesia.co.id- Pihak Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep bersikukuh penanganan pasien yang meninggal dunia di Puskesmas Bluto, Sumenep, Madura, Jawa Timur itu telah sesuai prosedur.

Kini, Pendamping hukum keluarga pasiem ini meminta Dinkes dan P2KB membuka rekaman kamera pemantau atau CCTV Puskesmas Bluto saat pasien berinisial H mulai mendapat perawatan hingga meninggal dunia.

“CCTV itu menjadi petunjuk bagaimana proses penanganan yang dilakukan oleh petugas kepada pasien. Makanya pihak dinas terkait harus membuka itu,” kata Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Taretan Legal Justitia, Zainorrozi, selaku pendamping hukum keluarga pasien.

Dia menjelaskan bahwa pihak Dinkes dan P2KB mengaku akan melakukan investigasi mengenai kematian pasien yang menajdi kliennya saat ini.

“Semua CCTV itu harus dibuka secara terang benderang, dan harus diberitahukan kepada kami selaku keluarga pasien nanti,” tegasnya.

Untuk itu, dari hasil kajian sementara terdapat ditemukan adanya dugaan perbedaan data. Salah satunya, jadwal rujukan dan dugaan kosongnya tabung ogsigen.

“Itu sangat urgen untuk mengungkap fakta yang sebenarnya. Rekaman CCTV itu bagi kami wajib itu dibuka dan pasti kami minta nanti. Kami akan terus mengawal persoalan ini sampai tuntas, termasuk nanti akan menempuh jalur hukum jika diperlukan,” tegasnya.

Sebelumnya Kepala Dinkes dan P2KB Sumenep drg. Ellya Fardasah mengaku akan melakukan audit secara menyeluruh, dan hasilnya akan disampaikan kepada Bupati Sumenep.

Untuk diketahui, salah satu pasien Puskesmas Bluto berinisial H telah meninggal dunia, pada Senin, 24 November 2025 lalu. Keluarga korban menduga kematian itu diduga lantaran kelalaian petugas Puksesmas. Salah satunya dengan adanya dugaan tabung oksigen kosong saat dilakukan tindakan medis, keterlambatan pada saat proses rujukan.

Sebagai langkah untuk mencari keadilan, keluarga pasien sudah dua kali melakukan audiensi dengan Dinkes dan P2KB Sumenep. (Yn)

Check Also

Keluarga Pasien Puji Rumah Sakit RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep

MEDIA-LINTASINDONESIA.CO.ID | SUMENEP Pelayanan di RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep, mendapat apresiasi dari pihak keluarga …

Puluhan Raperda Mulai Dibahas DPRD Sumenep

Sumenep, Lintasindonesia.co.id- Puluhan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang masuk dalam program pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) …

Wakil Ketua Komisi III Minta Perketat Pengawasan Program BSPS

Sumenep, Lintasindonesia.co.id- Sekitar 570 unit Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) ditahun 2026 bakal turun kembali …

media UNGKAP TABIR

ABOUT LPPNRI

10 URUTAN BERITA YANG PALING BANYAK DI LIHAT

BERITA YANG PALING POLULER DAN KOMENTAR

SHARE AND FOLLOW THE SOCIAL MEDIA OF LINTAS INDONESIA

error: Content is protected !!